KEPULAUAN RIAU — Xiaomi Buds 6 adalah generasi terbaru lini TWS semi in-ear Xiaomi. Produk ini sudah dipakai untuk mendengarkan musik, podcast, dan panggilan telepon selama kurang lebih satu pekan. Fokus pengujian ada pada kenyamanan, kualitas suara, dan efektivitas ANC — tiga faktor yang paling krusial untuk perangkat di kelas harga ini.
Bentuk charging case persegi pipih dengan finishing dual-tone, persis seperti AirPods. Varian Titan Grey yang diuji terlihat cukup premium untuk harga Rp 1,5 jutaan. Di bagian depan ada indikator baterai, port USB-C di bawah, dan tombol pairing yang juga berfungsi sebagai shortcut rekaman.
Buds-nya mengadopsi desain semi in-ear tanpa ear tip silikon. Bobot cuma 4,4 gram per earbuds, jadi hampir tidak terasa saat dipakai. Ini keunggulan utama: telinga tidak cepat sakit meski dipakai 3-4 jam nonstop. Tapi, karena tidak ada pengait atau ear tip yang masuk ke lubang telinga, stabilitasnya mengandalkan kontur telinga masing-masing. Untuk jalan santai atau olahraga ringan masih oke, tapi lari atau gerakan kepala mendadak berisiko membuat buds terlepas.
Xiaomi membekali IP54, tahan percikan air dan debu. Cocok buat dipakai di luar ruangan atau saat gerimis, asal jangan aktivitas terlalu intens.
Xiaomi Buds 6 disetel oleh Harman Golden Ear Team. Hasilnya, suara terasa hangat dan detail di frekuensi menengah. Vokal terdengar jelas, instrumen akustik punya tekstur yang cukup baik. Bass-nya hadir, tapi tidak menggelegar — sesuai karakter semi in-ear yang memang tidak bisa menghasilkan sub-bass sedalam in-ear karena tidak ada segel di liang telinga.
Di aplikasi Xiaomi Earbuds, tersedia enam profil audio termasuk Harman AudioEFX dan Harman Master. Bisa juga pakai equalizer manual. Fitur Immersive Sound dan head tracking tersedia, tapi efeknya terasa lebih sebagai gimmick untuk konten tertentu, bukan pengubah pengalaman harian.
Untuk panggilan telepon, kualitas mikrofon cukup baik di ruangan hening. Di tempat ramai, suara lawan bicara masih terdengar, tapi ada noise latar yang ikut tertangkap.
Ini titik paling krusial. Xiaomi Buds 6 punya ANC, tapi efektivitasnya terbatas karena desain semi in-ear. Peredaman bising hanya bekerja untuk suara frekuensi rendah seperti dengung AC atau kipas angin. Suara percakapan atau lalu lintas masih terdengar jelas. Mode transparansi juga tersedia, fungsinya standar, tidak istimewa.
Kalau prioritas utama kamu adalah memblokir suara bising di kereta atau kantor yang ramai, TWS in-ear dengan ear tip silikon tetap pilihan yang lebih tepat.
Xiaomi Buds 6 mendukung perekaman audio — bisa langsung dari tombol di case atau sentuhan di tangkai. Masing-masing buds bisa menyimpan rekaman hingga 90 menit. Fitur ini berguna untuk merekam ide atau meeting kilat, tapi kualitas rekaman tidak setara dengan perekam dedicated.
Fitur pelacakan tersedia lewat aplikasi Xiaomi Earbuds, Apple Find My, dan Google Find Hub. Tapi catatan penting: aplikasi Xiaomi hanya bisa melacak buds yang tercecer, bukan case-nya. Apple Find My bisa melacak case, baik kosong maupun berisi buds.
Xiaomi Buds 6 adalah pilihan tepat bagi kamu yang prioritas utamanya kenyamanan. Cocok untuk mendengarkan podcast, musik santai, atau panggilan telepon di rumah/kantor. Tapi kalau kamu butuh ANC kuat untuk commute atau olahraga, cari TWS in-ear dengan ear tip silikon di kelas harga yang sama. Untuk Rp 1,5 jutaan, Xiaomi Buds 6 menawarkan value yang solid — asal kamu paham batasannya.