Anggota DPRD Kepri Aman Fasilitasi Pelatihan Las 4G FCAW di Batam, 30 Pemuda Target Sertifikasi Industri

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 16:57:01 WIB
pemuda Kota Batam mengikuti pelatihan las 4G FCAW yang difasilitasi anggota DPRD Kepri Aman di King’s Hotel Batam.

BATAM — Sebanyak 30 pemuda Kota Batam mengikuti pelatihan dan sertifikasi las 4G FCAW yang difasilitasi anggota DPRD Kepri, Aman, bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat. Kegiatan berlangsung selama beberapa hari di King’s Hotel Batam dengan target utama mencetak tenaga kerja lokal bersertifikat yang siap pakai di industri.

Angka Pengangguran Kepri Tertinggi Kedua Nasional

Aman menyoroti data yang menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kepri mencapai 6,87 persen atau sekitar 75 ribu orang dari total 1,1 juta angkatan kerja. Angka ini menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pengangguran tertinggi kedua di Indonesia setelah Papua.

“Kepri dengan pertumbuhan ekonominya yang tinggi, seharusnya berbanding lurus dengan menurunnya tingkat pengangguran kita. Investasi masuk terus, peluang kerja terbuka, tetapi angka pengangguran masih tinggi,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Politisi PKB itu menilai pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 7,04 persen belum mampu menekan angka pengangguran secara signifikan. Kota Batam disebut sebagai daerah penyumbang pencari kerja dan pengangguran terbesar di provinsi tersebut.

Pelatihan Las 4G FCAW: Jawaban Kebutuhan Industri

Menurut Aman, sertifikat kompetensi menjadi syarat krusial bagi tenaga kerja lokal agar bisa bersaing di pasar industri Batam. Ia mendorong agar kegiatan pelatihan dan sertifikasi diperluas, tidak hanya untuk pencari kerja, tetapi juga bagi pekerja yang ingin meningkatkan karier.

“Pelatihan dan sertifikasi ini tidak hanya bagi yang belum bekerja, tapi juga bagi yang sudah bekerja untuk meningkatkan kompetensinya agar bisa naik pada posisi yang lebih tinggi di dunia kerja,” jelasnya.

Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya, mengapresiasi inisiatif ini. Ia mengungkapkan bahwa hasil roadshow ke berbagai perusahaan menunjukkan kebutuhan tenaga kerja lokal sebenarnya besar, namun industri menuntut tenaga kerja yang sudah memiliki keterampilan spesifik.

Kolaborasi DPRD dan Disnakertrans Perluas Program

“Terima kasih kepada Pak Aman yang selalu memberikan kontribusi luar biasa terhadap pengembangan SDM kita,” ujar Diky. Ia menambahkan bahwa perusahaan selalu mengutamakan tenaga kerja lokal, tetapi persoalannya ada pada kesiapan keterampilan.

“Kami sering roadshow ke perusahaan dan industri, dan menemukan bahwa kebutuhan tenaga kerja setiap tahunnya cukup tinggi. Semua perusahaan membutuhkan tenaga kerja lokal kita. Tapi pasar kerja di Batam membutuhkan tenaga kerja yang siap pakai,” jelasnya.

Diky mengingatkan peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal. Setelah pelatihan, para peserta akan mengikuti uji sertifikasi kompetensi yang diharapkan langsung membuka akses mereka ke dunia industri.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: sijoritoday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top