72 Pelaku UMKM di Natuna Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, PLUT dan BPJS Turun ke Tempat Usaha

Penulis: Muzakir Salim  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:45:31 WIB

NATUNA — Hingga Juli 2026, sebanyak 72 pelaku UMKM di Kabupaten Natuna sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Mereka difasilitasi oleh Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) setempat yang menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan sejak Desember 2025. Angka itu masih akan bertambah, mengingat total binaan PLUT saat ini mencapai 494 pelaku usaha.

Mekanisme Pendaftaran: Sosialisasi Langsung ke Tempat Usaha

PLUT dan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya menunggu pendaftaran di kantor. Mereka turun bersama ke lokasi usaha para pelaku UMKM untuk menyosialisasikan manfaat program sekaligus mendaftarkan secara langsung. Manager PLUT Kabupaten Natuna Mirna Susanti mengatakan cara ini efektif untuk menjangkau pelaku usaha yang mungkin belum terbiasa dengan layanan jaminan sosial.

"Tujuan kerja sama ini agar pelaku usaha mendapatkan perlindungan melalui jaminan kecelakaan kerja saat menjalankan kegiatan usaha yang memiliki risiko kecelakaan," ujar Mirna saat dikonfirmasi dari Natuna, Jumat.

Target ke Depan: Menjaring Seluruh Binaan PLUT

Dari total 494 UMKM binaan PLUT, baru sekitar 15 persen yang terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Namun, Mirna optimistis angka ini akan terus merangkak naik. Ia menyebut kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya jaminan sosial mulai tumbuh, terutama setelah mengetahui manfaat perlindungan apabila terjadi kecelakaan kerja.

Dengan adanya jaminan tersebut, pelaku UMKM bisa merasa lebih aman menjalankan usahanya. Jika terjadi kecelakaan, mereka berhak mendapatkan manfaat sesuai ketentuan yang berlaku.

Mengapa Perlindungan Ini Krusial bagi UMKM Perbatasan

Natuna merupakan daerah perbatasan yang sebagian besar warganya menggantungkan hidup pada usaha mikro dan kecil. Risiko kecelakaan kerja—mulai dari tergores pisau di dapur, jatuh dari sepeda motor saat mengantar barang, hingga cedera di tempat produksi—kerap menghantui. Program ini menjadi salah satu benteng agar para pelaku UMKM tidak jatuh miskin hanya karena musibah.

PLUT sendiri terus mendorong agar seluruh binaannya segera mendaftar. "Jumlah UMKM yang menjadi binaan PLUT mencapai 494 pelaku usaha. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah," kata Mirna lagi.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top