Istri Wamendagri Yane Bima Arya Ingatkan Peran Orangtua dan Transformasi Posyandu di Tanjungpinang

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:49:01 WIB

TANJUNGPINANG — Yane Ardian Bima Arya menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang utuh dari orangtua, guru, sahabat, maupun lingkungannya. Hal itu ia sampaikan saat berkunjung ke Kota Tanjungpinang, Kepri, dalam rangka menyemarakkan Hari Anak Nasional 2026.

Menurut Yane, transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menjadi salah satu program lintas kementerian yang mendukung pemenuhan hak anak. “Tujuannya agar anak-anak tetap terjaga, terlindungi, sehat, dan cerdas,” ujarnya.

Transformasi Posyandu: Lebih dari Sekadar Imunisasi

Yane menjelaskan, Posyandu tidak lagi sekadar tempat imunisasi dan penimbangan. Melalui transformasi yang didorong pemerintah pusat, layanan Posyandu diperluas ke pemantauan tumbuh kembang, stimulasi dini, hingga edukasi parenting bagi orangtua.

“Pendampingan orangtua pada anak usia dini sangat krusial. Pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan dimulai dari keluarga,” kata Yane.

Orangtua Wajib Jadi Pendengar, Bukan Hakim

Dalam kesempatan yang sama, Yane menyoroti kualitas hubungan orangtua-anak. Ia menekankan, kedekatan fisik saja tidak cukup. Orangtua harus menjadi pendengar yang baik dan tidak menghakimi saat anak melakukan kesalahan.

“Kedekatan orangtua dan anak tidak cukup sebatas fisik, namun harus punya ikatan emosional sehingga anak betul-betul merasakan kehadiran orangtua dalam setiap fase tumbuh kembang anak,” ucapnya.

Wagub Kepri: Kolaborasi Kunci Ciptakan Lingkungan Ramah Anak

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan HAN 2026 sebagai pengingat untuk menjaga masa depan generasi penerus. Menurutnya, kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan semua pemangku kepentingan mutlak diperlukan.

“Sayangi dan jaga masa depan anak-anak, dengan begitu kita sedang menjaga masa depan bangsa Indonesia,” ujar Nyanyang.

Peringatan HAN tahun ini di Tanjungpinang menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap anak tidak boleh berhenti pada seremoni. Peran orangtua, guru, dan lingkungan sekitar harus terus diperkuat agar anak-anak Kepri tumbuh sehat, cerdas, dan terlindungi.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top