Pedagang Pantai Piwang Natuna Keluhkan Janji Penataan Kawasan yang Belum Terealisasi, Tenda dan Kursi Layak Jadi Kebutuhan Mendesak

Penulis: Ridwan Azhari  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:13:01 WIB

NATUNA — Di balik rencana besar Pemerintah Kabupaten Natuna menata Pantai Piwang menjadi kawasan wisata andalan, para pedagang lokal justru masih berjuang sendiri. Mereka mengaku belum menerima perhatian nyata berupa fasilitas dasar yang menunjang aktivitas berdagang.

“Lihatlah bangku-bangku yang koyak dan kusam ini, ini adalah simbol kemandirian kami karena belum mampu memperbaruinya,” kata Bujang Sudirman kepada koranperbatasan.com di Pantai Piwang, Jumat (24/7/2026). “Pemerintah jangan hanya duduk di balik meja, datanglah kepada kami dan tanyakan apa kebutuhan kami.”

Kebutuhan Sederhana Tapi Mendesak: Tenda, Meja, dan Kursi

Bujang menjelaskan, kebutuhan paling mendasar para pedagang sebenarnya sederhana. Mereka membutuhkan tenda untuk melindungi dagangan dari panas dan hujan, serta meja dan kursi yang layak untuk melayani pengunjung.

“Kalau pemerintah memang ada perhatian, kami minta tolong dibantu tenda. Selain itu kursi dan meja juga sangat kami butuhkan. Kami setiap hari berjualan langsung berhadapan dengan panas dan hujan,” ujarnya.

Di sisi lain, tekanan ekonomi semakin terasa. Harga bahan baku terus naik, sementara daya beli masyarakat tidak ikut meningkat. Bujang mencontohkan, kenaikan harga jual seribu rupiah saja sudah membuat pembeli berpaling ke tempat lain.

“Barang yang kita jual tetap normal. Naik seribu rupiah saja pembeli sudah berpaling. Sementara harga tepung dan bahan baku lainnya terus naik,” ungkapnya.

Sejarah Relokasi dan Pembentukan Organisasi Pedagang

Perjalanan pedagang di Pantai Piwang tidaklah singkat. Sejak 2012, mereka beberapa kali mengalami relokasi dengan harapan memperoleh tempat usaha yang lebih baik. Namun, berbagai rencana pembangunan kios yang pernah dijanjikan belum seluruhnya terealisasi.

Pada 20 Juli 2020, para pedagang membentuk organisasi Sri Panglima sebagai wadah memperjuangkan aspirasi sekaligus menjaga ketertiban di kawasan Pantai Piwang.

Dukung Penataan, Tapi Minta Prioritas untuk Pedagang Lokal

Menanggapi rencana reklamasi dan penataan Pantai Piwang oleh Pemkab Natuna, Bujang menyatakan pihaknya mendukung langkah tersebut apabila benar-benar bertujuan meningkatkan kualitas kawasan wisata. Namun, ia berharap para pedagang lokal tetap menjadi prioritas dalam setiap kebijakan pembangunan.

“Kami bukan pengemis. Kami hanya ingin pemerintah datang melihat kondisi kami secara langsung agar mengetahui kebutuhan para pedagang kecil di Pantai Piwang,” tegasnya.

Sebelum wawancara, Bujang juga mengingatkan seluruh anggota Sri Panglima untuk menjaga kebersihan kawasan, tidak mendirikan bangunan permanen, tidak menjual minuman beralkohol, menjaga kekompakan organisasi, serta mematuhi aturan yang telah disepakati demi terciptanya kawasan wisata yang tertib dan nyaman.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat terus terjalin sehingga Pantai Piwang berkembang sebagai destinasi wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal tanpa mengesampingkan pelaku UMKM yang telah lebih dulu menghidupkan kawasan tersebut.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: koranperbatasan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top