KEPULAUAN RIAU — Juru bicara Fortuna Sittard secara terang-terangan membantah informasi bahwa Hubner sedang dalam perjalanan bergabung dengan Timnas Indonesia. Klub telah menyampaikan penolakan ke FIFA sejak beberapa pekan sebelumnya. Alasan utama: Piala AFF 2026 tidak tercatat dalam kalender pertandingan internasional FIFA, sehingga kewajiban klub untuk melepas pemain tidak berlaku.
Fortuna Sittard menegaskan bahwa turnamen regional seperti Piala AFF tidak termasuk dalam jadwal resmi FIFA. Karena itu, klub berhak menahan pemainnya untuk persiapan musim baru. Keputusan ini diambil tanpa negosiasi lebih lanjut dengan PSSI atau timnas – sebuah langkah yang lazim dilakukan klub Eropa ketika menghadapi turnamen non-kalender.
Padahal, nama Hubner sebelumnya masuk dalam daftar 26 pemain yang dipanggil John Herdman. Bek berusia 22 tahun itu menjadi andalan di lini belakang, dan ketidakhadirannya memaksa Herdman mencari opsi pengganti di hari-hari terakhir persiapan.
Di tengah kabar tak bisa bergabung, Hubner justru menunjukkan performa positif. Dalam laga uji coba pramusim melawan FC Metz di Stade du Schlossberg, Forbach, Sabtu (25/7/2026), ia mencetak gol penyeimbang pada penghujung babak pertama. Gol itu sempat menyelamatkan Fortuna Sittard yang tertinggal 0-1 akibat gol Hein pada menit kesembilan.
Namun, di babak kedua FC Metz kembali unggul melalui Colin (50') dan memastikan kemenangan 3-1 lewat penalti Hein (75'). Hubner sendiri mendapat kartu kuning pada menit ke-57. Pertandingan itu bagian dari persiapan Fortuna Sittard menyambut musim baru – persiapan yang justru membuat pemainnya absen dari timnas.
Absennya Hubner menjadi perhatian besar suporter Indonesia. Sebab, pemain keturunan Belanda-Indonesia itu dianggap sebagai salah satu bek masa depan. John Herdman harus segera memutuskan siapa yang akan menggantikannya di skuad final Piala AFF 2026. Turnamen tersebut menjadi ajang pembuktian bagi pelatih asal Inggris itu setelah hasil kurang memuaskan di turnamen sebelumnya.
Keputusan Fortuna Sittard juga menimbulkan pertanyaan mengenai kerja sama antara PSSI dan klub-klub Eropa di masa mendatang, terutama untuk turnamen yang tidak masuk kalender FIFA.