BATAM — Pemerintah Kota Batam mencatat progres pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berjalan cukup cepat. Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebutkan, dari sisi penyediaan lahan, daerahnya termasuk yang memiliki percepatan baik di Kepulauan Riau.
"Alhamdulillah, dari sisi percepatan penyediaan lahan kita termasuk yang progresnya cukup cepat. Beberapa waktu lalu pihak Kodim menyampaikan, dari 64 kelurahan di Batam saat itu sudah ada 42 kelurahan yang lahannya tersedia. Seiring waktu, sebagian sudah mulai dibangun," kata Amsakar di Batam, Senin.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam, lahan yang digunakan untuk pembangunan Kopdes Merah Putih bervariasi. Sumbernya berasal dari lahan milik Pemkot Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam, maupun hibah dari pihak ketiga.
Kepala Diskum Kota Batam Salim mengonfirmasi, hingga kini sebanyak 16 koperasi telah selesai dibangun secara fisik. "Sudah terbangun kondisi fisik sebanyak 16 koperasi yang selesai 100 persen," ujarnya.
Salim menambahkan, saat ini fokus pembangunan masih pada tahap pertama yang mencakup 42 Kopdes. Untuk lokasi di Pulau Buluh, lahannya sudah tersedia namun pembangunan fisiknya belum dimulai dan akan masuk ke tahap kedua.
"Untuk di Pulau Buluh sudah ada lahannya tapi nanti masuk ke pembangunan tahap kedua. Kini masih fokus ke tahap satu yakni 42 kopdes," kata dia.
Wali Kota Amsakar menegaskan bahwa target dan kinerja pemerintah daerah sudah berjalan seiring. Tim di lapangan terus bekerja untuk menyelesaikan persoalan lahan agar pembangunan bisa dipercepat.
Setelah pembangunan selesai, pengelolaan koperasi sepenuhnya menjadi kewenangan pengurus sebagai badan usaha yang dibentuk masyarakat. Pemerintah daerah hanya bertugas memberikan dukungan, terutama penyediaan lahan serta asistensi bila diperlukan.
"Operasional koperasi menjadi ranah otonom pengelola. Pemerintah daerah tugasnya memberikan dukungan, terutama penyediaan lahan serta membantu dan mengasistensi bila diperlukan. Selebihnya menjadi kewenangan badan usaha koperasi sesuai mekanisme rapat anggota," ujar Amsakar.
Amsakar juga meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai Koperasi Merah Putih di Pulau Buluh yang disebut tidak lagi beroperasi. Menurutnya, koperasi tersebut masih berjalan, hanya lokasi usaha yang disewa sebelumnya sudah tidak digunakan.
"Yang tutup itu tempat yang disewa, bukan koperasinya. Pengurusnya tetap ada dan koperasinya tetap berjalan. Nantinya setelah lokasi permanennya dibangun, mereka akan kembali beroperasi di sana. Bahkan kami juga mendapat informasi akan ada dukungan permodalan," katanya.