TANJUNGPINANG — Derasnya arus informasi di media sosial mendorong generasi muda untuk tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi juga penggerak ruang digital yang sehat. Persoalan itu menjadi salah satu pembahasan utama dalam Mimbar Pemuda yang digelar sebagai bagian rangkaian Bulan Bakti Karang Taruna Provinsi Kepulauan Riau.
Diskusi mengangkat tema "Peran Pemuda dalam Pengaruh Media Sosial" dan dipusatkan di Halaman Ramayana Mall Tanjungpinang. Panitia mengundang pemuda, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk hadir langsung, dengan pendaftaran melalui formulir daring yang disediakan panitia.
Forum ini menghadirkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungpinang Suhardi, akademisi sekaligus penulis Roby Patria, serta Sekretaris Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Katar Kepri Said Muhammad Idris, S.E., M.Ak.
Kombinasi latar belakang ketiganya diharapkan memperkaya pembahasan mengenai pengaruh media sosial terhadap kehidupan generasi muda. Peserta tidak hanya diajak memahami risiko penyebaran hoaks dan disinformasi, tetapi juga melihat media sosial sebagai ruang menyampaikan gagasan, mengembangkan kreativitas, membangun jejaring, dan memperkenalkan potensi daerah.
Suhardi menilai perkembangan media sosial memberikan peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Menurut dia, tingginya intensitas penggunaan media sosial perlu diimbangi dengan kemampuan memilah informasi, berpikir kritis, serta memahami etika berkomunikasi di ruang digital.
"Pemuda hari ini adalah agen perubahan sekaligus konsumen terbesar media sosial. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton atau bahkan korban dari maraknya disinformasi dan hoaks," ujar Suhardi.
Ia mendorong generasi muda untuk tidak berhenti sebagai pengguna media sosial, tetapi turut menghasilkan konten yang positif, inovatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Sebaliknya, generasi muda harus mengambil peran sebagai penggerak konten positif, inovatif, dan mampu memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang produktif serta membangun daerah," katanya.
Mimbar Pemuda diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan bagi generasi muda sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran bersama dalam membangun ekosistem digital yang lebih sehat, kritis, dan produktif di Kepulauan Riau.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian Bulan Bakti Karang Taruna Provinsi Kepri yang menyasar kalangan pemuda dan mahasiswa di Tanjungpinang. Peserta yang ingin mengikuti diskusi dapat mendaftar melalui formulir daring yang telah disiapkan panitia sebelum acara berlangsung.