KEPULAUAN RIAU — Harga Pertamax Green 95 naik Rp2.550 menjadi Rp19.150 per liter per 23 September 2026, kenaikan terbesar di antara produk Pertamina. Sementara Pertalite, Biosolar, dan Pertamax masih bertahan di harga lama. Kenaikan ini mengikuti penyesuaian BBM nonsubsidi yang berlaku sejak awal September 2026.
Pertamax Green 95 mencatat lonjakan paling tajam dalam daftar harga BBM Pertamina terbaru. Produk dengan angka oktan 95 ini kini dijual Rp19.150 per liter, naik dari posisi sebelumnya Rp16.600 per liter. Kenaikan Rp2.550 per liter itu berlaku untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Di wilayah yang sama, Pertamax masih dipatok Rp15.950 per liter. Harga Pertalite dan Biosolar Subsidi juga tidak bergerak dari periode sebelumnya. Penyesuaian ini merupakan kelanjutan dari kenaikan sejumlah BBM nonsubsidi yang mulai berlaku awal September 2026.
Untuk wilayah Jawa, Pertamax Turbo dijual Rp19.600 per liter. Pertamina Dex berada di Rp25.200 per liter, sedangkan Dexlite Rp23.700 per liter. Pertamax Pertashop dipatok Rp15.850 per liter. Harga Biosolar Subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, Pertamax Turbo dijual Rp20.000 per liter. Pertamax Rp16.300 per liter, Pertamax Pertashop Rp16.200 per liter. Pertamina Dex Rp25.750 per liter, Dexlite Rp24.200 per liter.
Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau punya harga lebih tinggi. Pertamax Turbo di tiga provinsi itu Rp20.450 per liter, Pertamax Rp16.650 per liter, Pertamax Pertashop Rp16.550 per liter. Pertamina Dex Rp26.300 per liter dan Dexlite Rp24.750 per liter.
Kawasan FTZ Sabang dan FTZ Batam menerapkan harga khusus. Di Sabang, Pertamax Rp14.950 per liter dan Dexlite Rp22.150 per liter. Di Batam, Pertamax Turbo Rp18.550 per liter, Pertamax Rp15.150 per liter, dan Dexlite Rp22.500 per liter.
Bali, NTB, dan NTT memakai patokan harga serupa Jawa. Pertamax Turbo Rp19.600 per liter, Pertamax Rp15.950 per liter, Pertamina Dex Rp25.200 per liter, dan Dexlite Rp23.700 per liter. Khusus NTT, tersedia Biosolar Non-Subsidi Rp23.600 per liter.
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur menjual Pertamax Turbo Rp20.000 per liter dan Pertamax Rp16.300 per liter. Kalimantan Utara lebih mahal: Pertamax Turbo Rp20.450 per liter, Pertamax Rp16.650 per liter, Pertamina Dex Rp26.300 per liter, dan Dexlite Rp24.750 per liter.
Seluruh Sulawesi menetapkan Pertamax Turbo Rp20.000 per liter, Pertamax Rp16.300 per liter, Pertamina Dex Rp25.750 per liter, dan Dexlite Rp24.200 per liter. Maluku dan Maluku Utara tidak menjual Pertamax Turbo, dengan Pertamax Rp16.300 per liter dan Dexlite Rp24.200 per liter.
Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya menjual Pertamax Rp16.300 per liter dan Pertamax Pertashop Rp16.200 per liter. Pertalite di semua wilayah Papua tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter.
Pertamina menyesuaikan harga mengikuti lokasi distribusi dan biaya logistik tiap daerah. Wilayah dengan rantai pasok lebih panjang, seperti Kalimantan Utara dan sebagian Sumatera, punya harga lebih tinggi dibanding Jawa. Harga di kawasan FTZ seperti Batam dan Sabang justru lebih murah karena perlakuan fiskal khusus.
Pertalite dan Biosolar Subsidi konsisten Rp10.000 dan Rp6.800 per liter di hampir seluruh wilayah. Dua produk bersubsidi itu tidak mengalami perubahan pada penyesuaian kali ini.