Pemprov Kepri dan DPRD Tetapkan APBD Perubahan 2026 Naik Rp3,63 Triliun, Pendidikan Dapat Rp1,06 Triliun

Penulis: Fadhli Usman  •  Rabu, 23 September 2026 | 11:31:02 WIB
Rapat paripurna DPRD Kepri menetapkan Perda APBD Perubahan 2026 dengan belanja daerah Rp3,63 triliun.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama DPRD menetapkan Peraturan Daerah tentang APBD Perubahan 2026 dengan belanja daerah Rp3,63 triliun, naik Rp81,31 miliar dari APBD Murni Rp3,54 triliun. Penetapan dilakukan dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Kepri, Pulau Dompak, Tanjungpinang. Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut perubahan anggaran itu untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan daerah.

TANJUNGPIANG — Pendapatan daerah dalam APBD Perubahan 2026 diproyeksikan naik Rp82,19 miliar, dari Rp3,31 triliun pada APBD Murni menjadi Rp3,39 triliun. Kenaikan itu ditopang Pendapatan Asli Daerah yang diproyeksikan mencapai Rp1,88 triliun atau 55,52 persen dari total pendapatan daerah.

Sementara pendapatan transfer diproyeksikan Rp1,50 triliun atau sekitar 44,31 persen. Pada sisi pembiayaan, pembiayaan netto ditetapkan Rp230,68 miliar, turun sekitar Rp878,42 juta dari APBD Murni 2026.

Pendidikan dan Infrastruktur Jadi Pos Belanja Terbesar

Fungsi pendidikan dialokasikan sekitar Rp1,06 triliun atau 29,25 persen dari total belanja daerah. Belanja infrastruktur pelayanan publik mendapat Rp938,16 miliar atau 29,90 persen.

Alokasi mandatory spending dan Standar Pelayanan Minimal juga dipenuhi, mencakup bidang pendidikan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, ketenteraman, ketertiban umum dan pelindungan masyarakat, serta bidang sosial.

Gubernur Apresiasi Pembahasan Cepat di DPRD

Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD yang membahas APBD Perubahan 2026 secara cepat, cermat, dan lancar. Menurut dia, sinergi pemerintah daerah dan DPRD penting agar perubahan anggaran bisa segera diimplementasikan.

"Semoga program dan kegiatan dalam APBD Perubahan 2026 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak langsung terhadap kemajuan pembangunan daerah," kata Gubernur Ansar dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Kepri, Pulau Dompak, Tanjungpinang.

Ansar menyatakan APBD Perubahan Kepri 2026 tetap berada dalam kondisi anggaran berimbang antara pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah.

Target Realisasi Tepat Sasaran dan Tepat Waktu

Pemerintah provinsi menargetkan seluruh program yang direncanakan tahun 2026 terealisasi optimal, tepat sasaran, dan tepat waktu. Ansar berharap target pembangunan dalam RPJMD Kepri tercapai dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

"Harapan kami, seluruh program dan kegiatan yang telah direncanakan 2026 dapat terealisasi secara optimal, tepat sasaran, dan tepat waktu, sehingga target-target pembangunan sebagaimana termuat dalam RPJMD Kepri dapat tercapai dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujar Ansar.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top