BATAM — Audiensi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menjadi langkah awal menyatukan pemahaman soal rencana pemanfaatan Pulau Sembur. Pertemuan itu turut dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri Andri Rizal serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Kepri Diky Wijaya.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan tidak hanya menyentuh sisi teknis pembangkit, tetapi juga keterlibatan warga, kebutuhan sumber daya manusia, hingga dukungan pemerintah daerah. Koordinasi soal lahan, perizinan, dan tata ruang juga masuk dalam agenda.
Nyanyang menegaskan pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada investasi dan pembangunan fisik. Kepentingan serta kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan harus tetap menjadi perhatian.
"Kalau ada anggaran ataupun CSR yang diberikan untuk masyarakat, tentu harus memberikan manfaat yang nyata bagi rakyat," ujar Nyanyang.
Ia juga membuka peluang agar dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR diarahkan untuk membantu masyarakat sekitar kawasan. Menurutnya, audiensi bersama Pertamina NRE diperlukan agar pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat punya pemahaman yang sama sejak awal.
Manager Corporate Communication & Stakeholder Management Pertamina NRE Susanto August Satria memaparkan sejumlah rencana serta kondisi teknis pengembangan energi di kawasan tersebut. Pertamina NRE menyampaikan kepastian hak atas lahan menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan sebelum pengembangan lebih lanjut.
Pemanfaatan lahan masyarakat juga menjadi perhatian dalam rencana pembangunan pembangkit energi surya di Pulau Sembur. Susanto menyebut perusahaannya memiliki pengalaman mengembangkan energi baru dan terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya.
"Yang kami lihat bukan hanya sisi teknisnya, tetapi juga bagaimana kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan melibatkan masyarakat," kata Susanto.
Kondisi infrastruktur kelistrikan di kawasan tersebut masih membutuhkan pengembangan. Saat ini terdapat fasilitas pembangkit listrik berbahan bakar minyak atau BBM untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat peluang pengembangan energi baru dan terbarukan di Pulau Sembur. Pertamina NRE berharap pengembangan energi terbarukan di kawasan tersebut dapat menjadi contoh penerapan energi hijau yang berkelanjutan sekaligus memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Bagi warga Galang Baru, arah pengembangan ini menyangkut dua hal sekaligus: pasokan listrik yang selama ini bergantung pada BBM dan kepastian atas lahan yang mereka garap. Pemerintah daerah dan Pertamina NRE belum menyampaikan jadwal lanjutan hasil audiensi tersebut.