Transisi Energi Cirata Buka Peluang Usaha Perempuan Purwakarta

Penulis: Muzakir Salim  •  Jumat, 25 September 2026 | 08:22:01 WIB
Forum multipihak transisi energi inklusif digelar di Aula Janaka, Sekretariat Daerah Purwakarta.

KEPULAUAN RIAU — Pemerintah Kabupaten Purwakarta bersama sektor energi dan perbankan menyatukan langkah membuka akses pembiayaan serta pelatihan usaha bagi perempuan di sekitar PLTS Terapung Cirata. Forum multipihak digelar di Aula Janaka, Sekretariat Daerah Purwakarta, untuk memastikan pembangunan energi hijau memberi dampak ekonomi langsung ke warga Kecamatan Maniis.

Kawasan PLTS Terapung Cirata selama ini dikenal sebagai proyek energi terbarukan berskala besar. Kini perhatian mulai bergeser ke sisi lain: bagaimana warga di sekitarnya, terutama perempuan, ikut merasakan manfaat ekonominya. Forum multipihak bertajuk "Membangun Transisi Energi yang Inklusif dan Responsif Gender di Wilayah PLTS Terapung Cirata" menjadi wadah mempertemukan pemerintah daerah, pelaku sektor energi, dan lembaga keuangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, menegaskan program transisi energi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ia menyebut sinergi lintas sektor sebagai syarat agar manfaat proyek energi hijau menjangkau warga lokal.

"Keberhasilan dari program transisi energi yang inklusif tidak dapat tercapai apabila berjalan secara parsial. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kita memerlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat, sektor swasta, hingga lembaga perbankan untuk memastikan program ini memberikan multiplier effect bagi warga lokal," ujar Sri Jaya dalam keterangan tertulis.

Perempuan Butuh Akses Pembiayaan, Bukan Sekadar Pelatihan

Asisten Deputi Peningkatan Partisipasi Masyarakat Bidang Pengarusutamaan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nani Dwi Wahyuni, menilai pemberdayaan ekonomi perempuan harus masuk dalam agenda transisi energi. Menurutnya, perempuan di sekitar kawasan proyek memerlukan keterampilan, modal, dan pasar agar bisa memanfaatkan peluang yang muncul.

"Kita perlu memastikan perempuan memperoleh peluang untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, dan meraih kemandirian ekonomi," kata Nani.

Pengembangan usaha warga juga dikaitkan dengan isu ketahanan pangan dan lingkungan. Salah satu contohnya Kebun Pangan Perempuan, yang menggabungkan aktivitas ekonomi dengan pengelolaan lingkungan sekaligus memperkuat kepemimpinan perempuan di tingkat lokal.

Direktur Eksekutif Rumah Energi, Sumanda Tondang, menyoroti pentingnya akses program dan pembiayaan. Tanpa keduanya, peluang ekonomi dari transisi energi sulit dimanfaatkan masyarakat.

"Transisi energi harus membuka peluang yang setara bagi masyarakat, khususnya perempuan. Karena itu, kolaborasi lintas sektor penting untuk menghubungkan kapasitas masyarakat dengan akses program, pembiayaan, dan peluang ekonomi," ujarnya.

Kehadiran Bank BRI dan Bank BJB dalam forum menjadi jembatan antara kebutuhan warga dan akses pembiayaan. Lembaga keuangan tersebut berperan menghubungkan peserta program dengan skema modal usaha yang tersedia.

Empat Desa di Maniis Jadi Sasaran Program PW4JET

Pengembangan ekonomi di Kecamatan Maniis dijalankan lewat Program PW4JET (Pro Women for Just Energy Transition) yang digarap Rumah Energi dengan dukungan Ford Foundation. Program menyasar empat desa: Citamiang, Sinargalih, Tegal Datar, dan Pasir Jambu. Kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKA) menjadi salah satu penerima manfaat utama.

Project Manager PW4JET, Gustina, menekankan pendekatan sosial dalam program ini. Menurutnya, transisi energi tidak cukup berbicara soal teknologi tanpa menyentuh persoalan ketimpangan gender di sekitar proyek.

"Transisi energi tidak akan tercapai jika kita hanya bicara soal teknologi, tanpa melihat aspek sosial dan ketimpangan gender yang ada di sekitarnya," ujar Gustina.

Sejumlah kegiatan disiapkan untuk meningkatkan kapasitas warga, mulai dari pelatihan cerdas iklim, pemanfaatan eceng gondok untuk silase dan kompos, pengenalan teknologi biogas, hingga penguatan kepemimpinan perempuan. Kegiatan tersebut kemudian dihubungkan dengan peluang program pemerintah, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), akses pembiayaan, dan pengembangan usaha.

Sebelum forum multipihak, PW4JET telah menggelar lokakarya pengarusutamaan GEDSI pada 5 Agustus 2026 serta lokakarya Gender Action Learning System (GALS) pada 26–27 Agustus 2026. Rangkaian program itu diarahkan agar kawasan Cirata tidak hanya menghasilkan listrik bersih, tetapi juga memperluas akses warga terhadap kegiatan ekonomi dan sumber pembiayaan.

Bagi Purwakarta, pendekatan ini menjadi uji coba apakah pembangunan infrastruktur energi bisa berjalan seiring pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Jika berhasil, Kecamatan Maniis berpotensi menjadi contoh kawasan energi yang manfaatnya terasa hingga tingkat rumah tangga.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top