Bupati Anambas Serahkan 70 Paket Sembako Presiden di Tarempa, Beberkan Prioritas Pembangunan 2026-2027

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 10:47:01 WIB
Bupati Kepulauan Anambas menyerahkan 70 paket sembako Presiden kepada warga di Tarempa.

ANAMBAS — Penyerahan bantuan dilakukan bersamaan dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahap X Tahun Anggaran 2026 kepada 16 penerima di lokasi yang sama. Penerima paket sembako meliputi warga kurang mampu, lanjut usia, anak yatim, dan penyandang disabilitas.

Setiap paket berisi gula pasir 1 kilogram, satu kotak teh celup, kopi 320 gram, susu kental manis 535 gram, sarden 426 gram, margarin Blue Band 400 gram, serta tepung terigu 2 kilogram. Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Anambas, Sinta Aneng, dalam kegiatan tersebut.

Kewajiban Utang Rp90 Miliar Lebih Jadi Pertimbangan Anggaran

Aneng mengungkapkan pemerintah daerah belum dapat melaksanakan pembangunan secara menyeluruh pada 2026-2027. Kondisi fiskal daerah dan kewajiban keuangan pemerintah menjadi pertimbangan utama dalam menentukan prioritas anggaran.

Saat mulai menjalankan tugas pada 5 Maret 2025, Pemkab Kepulauan Anambas masih memiliki kewajiban utang lebih dari Rp90 miliar. Kewajiban tersebut telah diselesaikan pada September 2025.

"Untuk tahun 2026-2027 kami belum bisa membangun untuk Kabupaten Kepulauan Anambas," ujar Aneng.

Gaji 5.400 ASN Dinilai Menghidupkan Warung dan Nelayan

Pemerintah daerah saat ini memprioritaskan pemenuhan kewajiban pembayaran gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi sekitar 5.400 Aparatur Sipil Negara (ASN). Belanja pegawai tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam pengelolaan keuangan daerah.

Aneng menilai pembayaran gaji ASN berpengaruh terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Pendapatan yang diterima para pegawai turut menggerakkan aktivitas perdagangan dan sektor ekonomi lainnya.

"Karena dengan dibayar gaji ASN sebanyak 5.400 bisa menghidupkan perekonomian Anambas. Warung hidup, nelayan hidup," katanya.

Ia menegaskan pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah tanpa mengabaikan hak-hak ASN maupun keberlangsungan pelayanan pemerintahan.

"Saya siap tidak populer, yang penting anak-anak saya tidak kelaparan," tegasnya.

Jalan Rusak Menuju Lokasi Diminta Dikaji PUPR

Mengenai kondisi jalan menuju lokasi kegiatan, Aneng mengatakan akan meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pengukuran serta kajian. Hasilnya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

"Kalau tidak masuk 2026, insyaallah 2027 atau 2028. Saya suka bangun jalan yang besar-besar dan panjang, karena itu uang APBN pusat. Demi untuk membangun daerah saya siap dimarah," ujarnya.

Selain pembangunan jalan, Aneng mengaku terus berupaya mendapatkan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan fasilitas publik, termasuk rumah sakit dan sekolah rakyat.

Salam Presiden untuk Warga Perbatasan

Dalam kesempatan tersebut, Aneng menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat Kepulauan Anambas. Menurutnya, Presiden tetap memberikan perhatian kepada masyarakat daerah perbatasan dan memiliki rencana untuk berkunjung.

"Bapak Presiden kirim salam bahwa masyarakat Anambas ada di hati kita. Pak Presiden tidak lupa. Seandainya beliau lupa, tidak mungkin mengirim sembako kepada kita," kata Aneng.

Ia mengajak masyarakat mendoakan Presiden agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas negara. Aneng juga menegaskan amanah masyarakat yang diberikan melalui pemilihan kepala daerah akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dan ia terbuka terhadap kritik serta teguran sebagai bahan evaluasi.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: suluhkepri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top