KEPULAUAN RIAU — Rina Marlina/Subhan menutup final ganda campuran SH6 dengan kemenangan rubber game 21-16, 11-21, 21-15 atas pasangan China, Shuangbao Lin/Qingtao Zeng, di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jumat (23/10). Emas ke-12 Indonesia di Asian Para Games 2026 itu memastikan gelar dua edisi beruntun tetap di tangan pasangan peraih perunggu Paralimpiade 2024.
Duel berlangsung tiga gim dan sempat berbalik arah. Setelah merebut gim pertama, Rina/Subhan kehilangan gim kedua dengan selisih sepuluh angka sebelum bangkit di gim penutup.
Kemenangan atas wakil China itu melengkapi catatan pasangan tersebut di ajang ini. Pada Asian Para Games 2022, Rina/Subhan juga naik podium tertinggi di nomor yang sama.
Sebelum Rina/Subhan turun, sektor para badminton Indonesia sudah mengamankan emas lewat Leani Ratri Oktila/Hikmat Ramdani. Berlaga di nomor ganda campuran SL3-SU5, Ratri/Hikmat menang 11-21, 21-19, 21-14 atas wakil India, Thulasimathi/Kumar Nitesh.
Kemenangan itu datang setelah mereka tertinggal di gim pertama. Ratri/Hikmat lalu mengambil dua gim berikutnya untuk mengunci hasil.
Leani Ratri Oktila menambah satu perak di nomor tunggal putri SL3. Ia kalah dari wakil China, Cheng Hefang, lewat rubber game 21-23, 21-13, 17-21.
Perak berikutnya disumbang Fredy Setiawan di tunggal putra SL4. Fredy takluk dari atlet India, Naveen Sivakumar, dengan skor 9-21, 17-21.
Perjuangan Indonesia di para badminton belum selesai. Ganda putra Suryo Nugroho/Imran Muh Al akan menghadapi wakil Korea Selatan, Shin Kyung Hwan/Cho Nadan, di final nomor SL3-SU5 pada Jumat (23/10).
Partai itu menjadi peluang terakhir sektor para badminton menambah emas sebelum penyelenggaraan ditutup.
Total medali Indonesia di Asian Para Games 2026 kini berjumlah 12 emas, 16 perak, dan 36 perunggu. Raihan itu menempatkan kontingen Merah Putih di peringkat kedelapan klasemen sementara.
Panggung terakhir bergulir Sabtu (24/10). Sejumlah cabang masih menyisakan wakil Indonesia, di antaranya Para Archery dan Boccia.