NATUNA — Joko menilai fasilitas Perpustakaan Idrus M. Tahar sudah memadai. Meski begitu, ia menegaskan pengembangan perpustakaan tidak cukup hanya mengandalkan bangunan, tetapi harus disertai layanan dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, perpustakaan desa perlu dioptimalkan lewat pelatihan komputer, pembelajaran bahasa Inggris, dan peningkatan keterampilan masyarakat. Literasi digital dinilainya penting agar generasi muda mampu memilah serta memanfaatkan informasi secara bijak.
Sejumlah program yang didorong Perpusnas menyasar keterampilan praktis warga. Pelatihan komputer, kelas bahasa Inggris, dan peningkatan keterampilan menjadi tiga hal yang disebut Joko sebagai fokus penguatan perpustakaan desa.
Literasi digital ditempatkan sebagai bagian dari upaya itu. Generasi muda di Natuna diharapkan tidak hanya bisa mengakses informasi, tetapi juga menilai kualitas dan kegunaannya.
Selain soal layanan, perpustakaan berperan dalam melestarikan budaya lokal dan naskah Nusantara. Perawatan koleksi serta digitalisasi disebut sebagai cara menjaga warisan tersebut tetap terbaca.
Peran ini relevan bagi Natuna yang memiliki kekayaan budaya masyarakat pesisir dan kepulauan. Koleksi lokal yang terawat membuka peluang penelitian dan pembelajaran bagi warga setempat.
Joko juga mendorong penguatan kelembagaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Natuna. Pelayanan literasi diminta menjangkau seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau terpencil.
Kondisi geografis Natuna yang terdiri dari banyak pulau membuat distribusi layanan tidak merata. Penguatan kelembagaan dinilai menjadi kunci agar program literasi tidak berhenti di wilayah pusat kabupaten.
Perpusnas berencana melakukan asesmen ulang akreditasi perpustakaan di Natuna sekitar November 2026. Joko berharap Perpustakaan Idrus M. Tahar dapat meraih akreditasi A pada penilaian tersebut.
Akreditasi menjadi ukuran standar layanan, koleksi, dan tata kelola perpustakaan. Hasil asesmen nanti akan menunjukkan sejauh mana pembenahan yang sudah dilakukan pengelola.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola perpustakaan, dan masyarakat, perpustakaan diharapkan menjadi pusat pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Natuna.