Bulog Bangun Lima Gudang Baru di Natuna, Anambas, dan Lingga Mulai 2026, Targetkan Harga Beras Stabil di Pulau Terluar Kepri

Penulis: Fadhli Usman  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:03:01 WIB
Bulog mulai pembangunan lima gudang beras baru di Natuna, Anambas, dan Lingga pada 2026.

TANJUNGPINANG — Perum Bulog akan memperluas jaringan distribusi beras murah hingga ke pulau-pulau terdepan Indonesia. Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang Arief Alhadihaq mengungkapkan, tahun 2026 menjadi titik awal pembangunan lima gudang baru di Kabupaten Natuna, Kepulauan Anambas, dan Lingga.

Lima Gudang Baru untuk Tiga Kabupaten Kepulauan

Rencana ini menyasar tiga kabupaten yang selama ini menjadi perhatian karena kondisi geografisnya yang terpencar. Di Natuna, tiga gudang baru akan dibangun di Pulau Laut, Midai, dan Serasan—masing-masing berkapasitas 1.000 ton beras. Saat ini Natuna baru memiliki dua gudang di Ranai dan Sedanau.

Kabupaten Kepulauan Anambas kebagian satu gudang tambahan di Pulau Jemaja, juga berkapasitas 1.000 ton. Sementara untuk Lingga, pembangunan satu gudang di Pulau Dabok baru akan direalisasikan pada 2027.

Mengapa Pembangunan Gudang Ini Mendesak?

“Jarak antara pusat ibu kota Natuna di Ranai dengan Pulau Laut memakan waktu sekitar enam jam perjalanan menggunakan kapal laut,” kata Arief kepada Batamtoday.com, Sabtu (16/5/2026). Kondisi ini diperparah musim angin utara yang bisa menimbulkan gelombang setinggi empat meter, membuat distribusi beras dari gudang pusat sering terhambat.

Selama ini, warga di pulau-pulau terluar kerap kesulitan mendapatkan beras medium sesuai HET. Dengan adanya gudang di titik-titik strategis, Bulog bisa menyetok beras jauh-jauh hari sebelum musim gelombang tinggi tiba.

Fasilitas Lengkap, Bukan Sekadar Gudang

Pembangunan tidak terbatas pada tempat penyimpanan beras. Arief menjelaskan, kompleks gudang baru akan dilengkapi kantor, rumah dinas, mushola, dan tempat tinggal buruh. “Kita akan menempatkan SDM Bulog di pulau 3T,” tegasnya.

Pendanaan proyek ini berasal dari APBN, sementara pemerintah kabupaten/kota hanya perlu menyiapkan hibah lahan. Untuk Kabupaten Karimun yang selama ini masih menyewa gudang berkapasitas 800 ton, pemerintah pusat juga berencana membangun gudang permanen berkapasitas 2.000 ton dalam waktu dekat.

Kondisi Terkini Gudang Bulog di Kepri

Saat ini, wilayah Kepri bagian barat seperti Batam, Bintan, dan Tanjungpinang sudah memiliki gudang dengan kapasitas 2.000 hingga 3.500 ton—dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan SPHP. Namun untuk wilayah timur yang terdiri dari ribuan pulau kecil, infrastruktur penyimpanan masih sangat terbatas.

Penambahan gudang ini merupakan usulan masyarakat bersama pemerintah daerah setempat yang kemudian dikaji dan disetujui Bulog bersama pemerintah pusat. Dengan lima gudang baru, total kapasitas penyimpanan beras Bulog di kawasan 3T Kepri akan meningkat signifikan, memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) di daerah perbatasan.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: m.batamtoday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top