TANJUNGPINANG — Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI saat bertindak sebagai inspektur upacara. Amanat itu menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan bintang penuntun yang telah terbukti mempersatukan bangsa Indonesia yang majemuk.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya dalam mempersatukan bangsa Indonesia yang majemuk. Di tengah berbagai tantangan global dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang bersatu dalam keberagaman,” demikian amanat yang dibacakan Wagub Nyanyang.
Dalam amanat tersebut, Kepala BPIP menyebut Pancasila sebagai jangkar moral bangsa dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi, disrupsi informasi, hingga dinamika geopolitik dunia. Nilai-nilai musyawarah, mufakat, kemanusiaan, dan keadilan sosial menjadi modal utama Indonesia berkontribusi menciptakan perdamaian global.
Indonesia telah menunjukkan peran nyata di tingkat internasional melalui keterlibatan pasukan perdamaian PBB, partisipasi aktif dalam forum global, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih menghadapi penjajahan dan konflik.
Kepala BPIP mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam setiap tindakan sehari-hari. Nilai-nilai luhur Pancasila diharapkan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi diwujudkan dalam perilaku yang mencerminkan semangat gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air.
Para pemimpin di semua tingkatan juga diingatkan agar setiap kebijakan publik yang dihasilkan senantiasa berorientasi pada keadilan sosial, melindungi seluruh lapisan masyarakat, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti berbagai unsur pemerintahan, TNI/Polri, instansi vertikal, akademisi, pelajar, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat. Hadir Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni, Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah Kolonel Pnb Agus Rohimat, unsur Forkopimda Kepri, staf ahli, asisten, kepala OPD, pimpinan perguruan tinggi, serta kepala SMA/SMK/SLB se-Kota Tanjungpinang.
Wagub Nyanyang menekankan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, kuat karena persatuannya, dan kokoh oleh nilai-nilai kemanusiaannya,” tutup amanat tersebut.