Realisasi Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Capai 75 Persen, BPS Kerahkan 1.589 Petugas ke 7 Kabupaten/Kota

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 11:39:01 WIB
Petugas BPS mencatat data usaha saat Sensus Ekonomi 2026 di Kepulauan Riau.

TANJUNGPINANG — Progres pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kepulauan Riau (Kepri) terus bergerak cepat. Per 31 Juli 2026, realisasi pencacahan sudah menembus 75 persen dari total target, menyisakan waktu sekitar satu bulan bagi petugas untuk merampungkan seluruh sasaran hingga 31 Agustus 2026.

Kepala BPS Kepri Toto Haryanto Silitonga mengungkapkan, tingginya capaian ini tidak lepas dari adaptasi petugas lapangan yang kini semakin mahir menggunakan instrumen pendataan dibandingkan saat tahap awal pelaksanaan.

Usaha Rumahan Berbasis Online Ikut Terpetakan

Hasil sensus sejauh ini tidak hanya menjaring pelaku usaha di sektor bangunan khusus usaha (BKU), tetapi juga berhasil memotret usaha keluarga atau rumah tangga. Toto menyebut usaha rumahan berbasis online menjadi salah satu temuan yang turut tercatat dalam pendataan kali ini.

"Selain itu, para petugas sensus juga sudah terbiasa menggunakan instrumen pendataan dibanding pada tahap-tahap awal pelaksanaan Sensus Ekonomi," kata Toto di Tanjungpinang, Sabtu.

Fokus Finalisasi Data Perusahaan Besar

Memasuki bulan terakhir, petugas kini menggesa finalisasi pendataan untuk kategori usaha berskala besar. Industri, perdagangan, kompleks pertokoan, hingga mal menjadi prioritas yang tengah didorong penyelesaiannya.

BPS Kepri mengerahkan 1.589 petugas sensus yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Adapun target sasaran pendataan mencapai 197 ribu unit usaha, ditambah seluruh rumah tangga di wilayah provinsi tersebut.

Jaminan Kerahasiaan Data dengan Prinsip TIR

Bagi pelaku usaha dan masyarakat yang belum didata, BPS Kepri meminta mereka menunggu giliran didatangi petugas. Warga diimbau memberikan data yang sebenarnya karena hasil sensus ini akan menjadi basis perencanaan kebijakan ekonomi sepuluh tahun ke depan.

Untuk menjawab kekhawatiran responden, BPS menjamin keamanan data melalui prinsip TIR, akronim dari Terima petugas, Isi jawaban dengan benar, dan Rahasia. Seluruh petugas yang mendata melalui aplikasi FASIH dipastikan tidak bisa melihat maupun mengunduh data responden.

"Data otomatis langsung terkirim secara real time ke pusat data atau Big data BPS RI," tegas Toto.

Para petugas sensus juga dilarang keras memberikan data individu responden kepada pihak lain. Kerahasiaan data menjadi bagian penting dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.

"Karena itu, responden Sensus Ekonomi tak perlu khawatir memberikan data yang baik dan benar, sebab data itu akan menjadi acuan pola pembangunan ekonomi sepuluh tahun mendatang," ujarnya.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top