NATUNA — Natuna International Kindergarten menghadirkan warna baru pada pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Natuna. Sekolah yang berlokasi di Jalan Khatib Kasim, Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, ini mengusung pendekatan pembelajaran terstruktur yang menggabungkan penguasaan bahasa asing dengan pengenalan mata pelajaran dasar.
Kepala Sekolah Natuna International Kindergarten, Wan Hasfaliza Aulia, S.Pd., M.Pd., menyebut komposisi pembelajaran bilingual dirancang bertahap sesuai usia anak. Pada tahap awal, pengenalan difokuskan pada percakapan sederhana sehari-hari.
"Di sini kami menerapkan bilingual. Bahasa Indonesia 40 persen, kemudian Bahasa Inggris 60 persen. Tetapi untuk anak TK, kami mulai dari dasarnya terlebih dahulu, seperti percakapan sehari-hari, mulai dari good morning, selamat pagi, hingga selamat siang," ujar Aulia saat ditemui di sekolah, Selasa (11/8/2026).
Berbeda dari TK pada umumnya, sekolah ini menerapkan sistem mata pelajaran yang diikuti siswa secara bergantian setiap harinya. Materi yang diajarkan mencakup Bahasa Inggris, Matematika, Arabic, Islamic Studies, Bahasa Indonesia, serta seni dan olahraga.
"Anak-anak ini kami persiapkan untuk masuk SD. Jadi, mereka sudah diperkenalkan sejak dini dengan mata pelajaran yang nantinya akan mereka temui," jelas Aulia.
Pembelajaran sains juga masuk dalam kurikulum melalui metode eksperimen sederhana yang disesuaikan dengan usia anak. Pendekatan ini diharapkan memberi pengalaman langsung agar proses belajar lebih menarik bagi peserta didik.
Kegiatan belajar mengajar di Natuna International Kindergarten berlangsung dari pukul 07.30 hingga 11.40 WIB. Durasi ini relatif lebih panjang dibandingkan sejumlah TK lain karena sekolah harus membagi waktu untuk sistem mata pelajaran dan kegiatan pendukung.
Untuk pendidikan keagamaan, pada bulan pertama operasionalnya sekolah memperkenalkan huruf hijaiyah serta hafalan doa dan hadis. "Karena ini masih bulan pertama, kami mulai dengan pengenalan huruf hijaiyah. Kemudian ada hafalan doa dan hadis," kata Aulia.
Pada tahun ajaran perdana ini, sekolah memiliki empat ruang kelas yang masing-masing dilengkapi pendingin udara (AC) dan meja berstandar internasional. Biaya SPP ditetapkan sebesar Rp400 ribu per bulan.
Sebagai sekolah baru, Aulia mengakui masih banyak aspek yang perlu dievaluasi, terutama terkait adaptasi anak, perkembangan peserta didik, manajemen sekolah, dan pengelolaan kelas. Ia juga mengaku pengalaman pertamanya menjadi kepala sekolah menjadi tantangan tersendiri.
"Keluhan pasti ada. Namanya anak-anak kecil, mereka membutuhkan proses adaptasi. Tahun pertama ini mungkin agak sulit karena masih banyak yang harus kami pelajari, mulai dari perkembangan anak, manajemen sekolah, hingga manajemen kelas," ungkapnya.
Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, S.E., meresmikan sekolah ini pada 11 Juli 2026. Kehadiran lembaga pendidikan ini diharapkan menjadi alternatif bagi orang tua di Natuna yang ingin anaknya terbiasa dengan lingkungan belajar bilingual sejak usia dini.