Pasar Dadakan di Dermaga Serasan Natuna Hanya Ramai saat Kapal Bersandar, Omzet Pedagang Bisa Capai Rp 3 Juta Sekali Jualan

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:24:01 WIB
Pedagang melayani pembeli di pasar dadakan Dermaga Serasan, Natuna, yang hanya beroperasi saat kapal bersandar, Sabtu (15/8/2026).

NATUNA — Aktivitas perdagangan di Dermaga Serasan, Kabupaten Natuna, tidak bisa disamakan dengan pasar pada umumnya. Pasalnya, pasar dadakan di kampung yang berada di kawasan terdepan Indonesia ini hanya beroperasi ketika ada kapal yang bersandar, mengikuti jadwal kedatangan kapal yang tidak menentu setiap pekannya.

Sistem ini membuat warga setempat harus pandai membaca jadwal pelayaran. Jika dalam sehari ada tiga hingga lima kapal yang masuk, maka para pedagang akan berjualan dari pagi hingga malam hari tanpa henti.

Omzet Jutaan Rupiah dalam Sekali Sesi Kedatangan Kapal

Suci Ratna Dewi (20), salah satu pedagang di dermaga, mengaku telah menekuni usaha ini selama tiga tahun terakhir. Ia menjual berbagai kebutuhan pokok bagi para penumpang kapal, mulai dari es buah, air mineral, nasi bungkusan, hingga aneka kue dengan harga terjangkau Rp 1.000 hingga Rp 20.000.

"Tiap ada kapal masuk aja jualan di sini. Biasanya seminggu ada dua kali atau tiga kali kapal masuk ke sini," ujar Suci kepada Kompas.com di Dermaga Serasan, Sabtu (15/8/2026).

Dari berjualan mengikuti ritme kedatangan kapal, Suci mengaku bisa mengantongi pendapatan hingga jutaan rupiah dalam satu sesi. "Keuntungannya sekitar Rp 1 juta sampai Rp 2 juta bisa. Kalau lagi ramai bisa Rp 3 juta per kapal," ungkapnya.

Lapak Gratis untuk Seluruh Warga Kampung

Keuntungan lain dari pasar dadakan ini adalah tidak adanya biaya sewa lapak. Seluruh warga kampung yang ingin berjualan dipersilakan menggunakan area dermaga secara gratis, sehingga modal usaha bisa ditekan seminimal mungkin.

"Semuanya orang kampung di sini jualan di sini. Enggak dikenakan biaya, gratis," pungkas Suci.

Keberadaan pasar dadakan ini membuktikan bahwa peluang ekonomi bisa lahir dari kepandaian warga membaca situasi. Meski tidak beroperasi setiap hari, perputaran uang yang dihasilkan dari aktivitas ini memberikan dampak signifikan bagi perekonomian rumah tangga di kampung yang berbatasan langsung dengan Vietnam tersebut.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: nasional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top