KEPULAUAN RIAU — Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengumumkan proyek ambisiusnya pada Sabtu (15/8/2026) di kawasan Karang Tengah, Jakarta Selatan. Serial ini menjadi langkah perdana Karnos Visual Magic, rumah produksi yang sengaja dibentuk Rano untuk mengantisipasi perkembangan teknologi AI di industri hiburan Tanah Air.
Serial ini mengikuti perjalanan dua tokoh utama, Rimba dan Raya. Rimba digambarkan sebagai anak Suku Dalam dari Jambi yang diangkat oleh seorang ahli botani, sementara Raya berprofesi sebagai dokter.
"Rimba Raya ini sebetulnya adalah dua tokoh. Yang satu bernama Rimba, yang perempuan seorang dokter namanya Raya. Kebetulan Rimba ini punya latar belakang dia adalah anak Suku Dalam dari Jambi yang diangkat oleh seorang ahli botani. Nah di situlah perjalanan," ujar Rano Karno.
Proses penulisan skenario melibatkan Aryo Rubik, asisten lama Rano sejak era Si Doel Anak Sekolahan. Rano menegaskan serial ini tidak bermaksud menggurui, melainkan mengajak anak-anak memahami kondisi hutan dan kehidupan satwa liar.
Pembentukan Karnos Visual Magic bukan tanpa alasan. Rano melihat AI sebagai keniscayaan yang tidak bisa dihindari industri hiburan, sehingga ia memilih beradaptasi lebih awal.
"Itu yang membuat saya belajar dengan anak-anak ini. Karena itu kenapa Karnos Visual Magic dibentuk? Salah satu untuk mengantisipasi memang AI tidak bisa kita hindari," jelasnya.
Proyek ini juga mendapat dukungan pendanaan dari Artha Graha Peduli. Rano mengungkapkan bahwa dukungan tersebut datang setelah diskusi singkat dengan sahabat lamanya, Samidi.
"Beliau di Artha Graha, sahabat saya mungkin berapa puluh tahun tinggal di sini kita. Begitu saya ngomong dia bilang: 'Yaudah, kita bantu.' Wah saya bilang oke," ungkap Rano.
Rimba Raya akan tayang perdana pada Senin, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI. Total ada 10 episode yang direncanakan, namun pola rilisnya cukup unik.
Berbeda dari serial streaming pada umumnya yang merilis episode mingguan, Rimba Raya justru memilih model bulanan. Satu episode baru akan hadir setiap bulannya di platform Vidio.
"Nah jadi Rimba Raya ini ada 10 episode. Tapi tentu akan keluar per bulan, bukan dia per minggu. Dia per bulan akan ada seri baru, akan ada seri baru," tutur Rano.
Kolaborasi antara tokoh senior perfilman, platform over-the-top (OTT), dan lembaga filantropi ini menandai babak baru produksi konten lokal. Penggunaan AI dalam serial naratif masih jarang dieksplorasi di Indonesia, menjadikan Rimba Raya salah satu proyek percontohan yang patut diamati perkembangannya.
Dengan fokus pada edukasi lingkungan dan pemanfaatan teknologi mutakhir, serial ini berpotensi menjangkau audiens keluarga yang selama ini haus akan tontonan berkualitas tanpa harus mengorbankan nilai-nilai pendidikan.