KEPULAUAN RIAU — Upacara pelepasan digelar di Gedung Serbaguna Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor. Ketua Umum PBVSI, Komjen Pol (Purn.) Drs. Imam Sudjarwo, M.Si., memimpin langsung prosesi tersebut.
Skuad voli putri berisi 12 pemain dengan kombinasi senior dan muda. Mediol Stiovanny Yoku, Arneta Putri Amelia, dan Maradanti Namira masuk daftar, ditemani talenta muda Azzahra Dwi Febyane.
Nama Megawati Hangestri tidak ada dalam rombongan Asian Games 2026. Keputusan ini menjadi salah satu sorotan dari komposisi tim yang dibawa PBVSI.
Dari nomor voli pantai putra, Indonesia menurunkan dua pasangan. Tim muda diwakili Imam Ahmad Faisal/Fairuz Bayhaqly, sementara tim senior mengandalkan Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi.
Pembagian pool voli pantai putra baru dilakukan pada 19 September. Artinya, lawan-lawan kedua pasangan Indonesia belum diketahui saat upacara pelepasan berlangsung.
Di nomor indoor putri, Indonesia tergabung di Pool A. Skuad asuhan PBVSI dijadwalkan menghadapi Nepal pada 17 September, lalu melawan Jepang sehari setelahnya di Park Arena Komaki.
Dua laga dalam dua hari beruntun menjadi ujian fisik tersendiri. Jepang sebagai tuan rumah jelas bukan lawan mudah, sementara Nepal jadi peluang Indonesia mengamankan poin pertama.
Ketua Umum PBVSI Imam Sudjarwo menyebut 2026 sebagai periode positif bagi voli nasional. Ia merujuk pada capaian tim pantai putra dan putri di level Asia Tenggara maupun Asia.
"Tahun ini adalah tahun berkah untuk voli Indonesia. Ttimnas voli pantai putra mendapatkan perunggu, sementara yang putri mempertahankan lima besar di AVC Cup, mulai dari tahun lalu dan tahun ini," ujar Imam dalam acara pelepasan.
"Kemudian di SEA V Cup juga naik dari peringkat keempat menjadi ketiga," lanjutnya.
Imam berharap masyarakat ikut mendorong para atlet agar tampil lepas di Asian Games 2026.
"Masyarakat tolong dukung agar anak-anak main baik, tidak terpikirkan hal hal yang tidak bagus sehingga main termotivasi dan bagus," tegasnya.
Perunggu voli pantai putra dan posisi lima besar AVC Cup jadi bekal berharga. Kenaikan peringkat di SEA V Cup dari keempat ke ketiga menambah keyakinan bahwa persiapan tim berjalan sesuai jalur.
Seluruh atlet kini bersiap menuju Prefektur Aichi dan Kota Nagoya. Hasil di Asian Games 2026 akan menjadi tolok ukur sejauh mana program pembinaan PBVSI berjalan.