KEPULAUAN RIAU — Angka itu memperlihatkan bagaimana operator seluler memakai minat anak muda terhadap budaya Korea bukan sekadar untuk menjual paket data, tetapi untuk membangun keterikatan jangka panjang dengan pelanggan.
Dari Video Submission ke Grand Final Jakarta
Peserta Korea Kaja! Vol.3 lebih dulu berpartisipasi lewat pengiriman video, sebelum rangkaian kompetisi digelar di lima kota. Distribusi dan konsumsi konten diperluas melalui kanal online, sehingga komunitas di luar lokasi penyelenggaraan tetap bisa terlibat.
Pada tahap akhir, 10 pemenang dari kompetisi di lima kota dan dua peserta pemegang comeback chance melaju ke Grand Final di Jakarta pada 6 September 2026. Sebanyak 12 finalis berkompetisi dengan tema "Dance of Dreams".
Penilaian melibatkan Khloe Kim, SM Universe Dance Trainer dari Korea, sebagai global dance judge, serta Asyifa Nadya Ivan atau Acipa sebagai local dance judge.
Jaringan Komunitas dan Mekanisme Loyalitas
by.U menggandeng lebih dari 20 mitra komunitas untuk mendukung rangkaian kegiatan di lima kota. Kolaborasi ini yang membuat Korea Kaja! menjangkau komunitas anak muda di luar lokasi acara.
Dari sisi bisnis, Korea Kaja! dikaitkan dengan produk dan mekanisme engagement milik by.U. Pelanggan bisa memanfaatkan Paket K-Popers Modal Kuota dan penukaran uCoin untuk mendapatkan kesempatan berangkat ke Korea. Jalur tersebut masih dibuka hingga 30 September 2026.
Pola ini membuat aktivitas berbasis K-Pop tidak berhenti sebagai event marketing. Minat terhadap K-Culture dipakai sebagai pintu masuk untuk membangun interaksi pelanggan lewat produk digital, komunitas, konten, hingga program loyalitas.
Kata by.U dan Juri soal Talenta Muda
Head of by.U Product Marketing Telkomsel Herman A. Prasetyo mengatakan tingginya antusiasme peserta memperlihatkan besarnya kebutuhan anak muda terhadap ruang untuk menyalurkan minat sekaligus mengembangkan kemampuan.
"Banyak anak muda Indonesia punya passion besar terhadap K-pop dan dance, tetapi belum semuanya memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan dan melangkah lebih jauh. Korea Kaja! kami hadirkan sebagai platform untuk berpartisipasi, mendapatkan pengalaman baru, dan membuka peluang nyata," kata Herman dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).
Herman menambahkan pendekatan tersebut sejalan dengan upaya by.U membawa kesempatan bagi talenta muda dari berbagai daerah.
"Antusiasme tahun ini menguatkan komitmen kami untuk membawa kesempatan tersebut lebih dekat kepada talenta dari berbagai daerah, sejalan dengan semangat Telkomsel untuk melayani sepenuh hati," ujarnya.
Khloe Kim menilai tantangan bagi dancer tidak lagi sekadar mampu mengikuti koreografi. Karakter, musikalitas, kepercayaan diri, hingga kemampuan membangun hubungan dengan penonton menjadi bagian penting untuk memiliki daya tarik yang lebih luas.
"Sebagai profesional di industri K-Pop, saya sangat antusias melihat bagaimana para dancer Indonesia akan menghadirkan energi dan karakter mereka sendiri dalam berbagai koreografi ikonik," kata Khloe.
Jejak Alumni dan Arah Berikutnya
Pemenang RPD Korea Kaja! Vol.2, Diva Dovendra, melihat program tersebut sebagai ruang bagi dancer untuk membangun kemampuan sekaligus identitas.
"Menurut saya, Korea Kaja! adalah ruang bagi para dancer untuk menunjukkan kemampuan dan karakter identitas mereka. Pengalaman tahun lalu membuat saya semakin percaya diri untuk tampil dan mengekspresikan diri," pungkasnya.
Dengan penukaran uCoin yang masih berjalan hingga 30 September 2026, by.U mempertahankan jalur konversi dari minat K-Pop ke penggunaan produk digital. Bagi pasar telco anak muda, model ini menjadi contoh bagaimana komunitas hobi dipakai sebagai kanal akuisisi dan retensi pelanggan, bukan sekadar kampanye musiman.