BATAM — Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi dasar apresiasi tersebut. Rinaldi menyebut pertumbuhan 15,54 persen menunjukkan geliat ekonomi yang sangat kuat di daerah kepulauan terluar Indonesia itu.
“Capaian ini patut diapresiasi. Ini menunjukkan adanya geliat ekonomi yang sangat kuat di Kabupaten Kepulauan Anambas. Bahkan, angka ini menjadi yang tertinggi di Kepulauan Riau dan termasuk salah satu yang tertinggi secara nasional,” kata Rinaldi di Batam, Senin (8/6/2026).
Sektor Tambang Jadi Motor Utama, Didorong Sumur Baru di Laut Natuna
BPS mencatat sektor Pertambangan dan Penggalian menjadi motor utama pertumbuhan. Sektor ini memiliki kontribusi dominan sebesar 80,72 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Anambas pada 2025.
Sepanjang tahun lalu, sektor tersebut tumbuh 19,04 persen. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) setelah beroperasinya dua sumur pengeboran baru di lepas pantai Laut Natuna, yakni Lapangan Forel dan Lapangan Terubuk.
Ekonomi Nonmigas Tetap Tumbuh Positif 2,87 Persen
Meski migas mendominasi, BPS mencatat bahwa jika komponen migas dikeluarkan dari perhitungan, ekonomi Anambas tetap tumbuh positif sebesar 2,87 persen pada 2025.
Sektor Perdagangan Besar dan Eceran tumbuh 7,05 persen. Sektor Konstruksi juga tumbuh 3,16 persen, didorong oleh sejumlah proyek infrastruktur strategis sepanjang tahun lalu.
Proyek-proyek tersebut antara lain pembangunan dan renovasi gedung perkantoran pemerintah daerah, pengembangan fasilitas RSUD Tarempa, pembangunan Pelabuhan Roro Kuala Maras, serta perbaikan sejumlah ruas jalan di berbagai wilayah.
Pesan SMSI: Jangan Bertumpu pada Migas Saja
Rinaldi menilai capaian ini harus menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Anambas untuk memperkuat sektor ekonomi produktif di luar migas. Menurutnya, tantangan terbesar ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang tinggi berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Ke depan, tantangan terbesar adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini dapat berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, sektor perikanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, manfaat pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya bertumpu pada sektor migas semata. Rinaldi berharap capaian positif ini menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas daerah, memperkuat investasi, dan mempercepat pembangunan.
“Anambas telah menunjukkan bahwa daerah kepulauan juga mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. Ini adalah kabar baik bagi Kepri dan menjadi kebanggaan bersama masyarakat Anambas,” tutup Rinaldi.