Pencarian

NASA Umumkan Empat Astronaut untuk Misi Artemis III, Tujuan Berubah dari Mendarat di Bulan Jadi Uji Coba Lander di Orbit Bumi

Rabu, 10 Juni 2026 • 22:23:31 WIB
NASA Umumkan Empat Astronaut untuk Misi Artemis III, Tujuan Berubah dari Mendarat di Bulan Jadi Uji Coba Lander di Orbit Bumi
Empat astronaut resmi diumumkan NASA untuk misi Artemis III yang kini fokus uji coba pendarat di orbit Bumi.

Empat nama astronaut yang akan menerbangkan misi Artemis III resmi diumumkan NASA. Komandannya adalah Randy Bresnik, veteran pesawat ulang alik. Luca Parmitano dari European Space Agency (ESA), yang pernah mengalami insiden helmnya terisi air saat spacewalk di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), juga masuk dalam kru. Frank Rubio dan Andre Douglas dari NASA akan bertindak sebagai spesialis misi. Bob Hines ditunjuk sebagai kru cadangan.

Dari Pendaratan Bulan ke Uji Terbang di Orbit Rendah Bumi

Perubahan paling mendasar dari Artemis III terletak pada misinya. Rencana awal untuk mendarat di Bulan dibatalkan. Kini misi ini direpurpos untuk menguji teknologi pendarat manusia dari Blue Origin dan SpaceX di orbit rendah Bumi, mirip dengan peran Apollo 9 yang menguji modul lunar pada 1969.

Keputusan ini juga menghindari masalah pelik: roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion NASA kemungkinan lebih siap terbang dibandingkan pendarat yang seharusnya mereka dukung. Dengan mengubah profil misi, NASA memberi waktu bagi kedua perusahaan untuk mengejar ketertinggalan.

Dua Pendarat, Dua Skenario Uji Coba yang Berbeda

NASA menyusun skenario di mana kru Artemis III akan merapat dengan Blue Moon, pendarat buatan Blue Origin, yang menurut Jeremy Parsons dari NASA bisa bertahan di orbit hingga 90 hari. John Coulouris dari Blue Origin merinci rencana kegiatannya: pembukaan palka, masuknya astronaut ke dalam pendarat, dan kemungkinan uji coba pemakaian pakaian antariksa. Operasi merapat ini dijadwalkan berlangsung sekitar dua hari.

Setelah itu, Orion akan melepas diri dan menunggu kedatangan wahana uji coba SpaceX. Wahana tersebut berupa Starship yang dilengkapi peralatan merapat yang direncanakan untuk varian pendarat Bulan. Operasi merapat dengan Starship diperkirakan berlangsung sekitar satu hari.

Masalah Teknis di Blue Origin dan SpaceX Mengancam Jadwal 2027

Masalahnya, SpaceX belum berhasil membawa Starship ke orbit dalam uji terbang mana pun. Perusahaan milik Elon Musk itu tampak tertinggal dalam pengembangan pendarat Bulan dibandingkan Blue Origin, setidaknya untuk keperluan Artemis III. Di sisi lain, Blue Origin baru saja mengalami insiden besar. Roket New Glenn, yang dibutuhkan untuk meluncurkan pendarat Blue Moon, meledak di landasan peluncuran dalam uji coba beberapa pekan lalu.

Meski CEO Blue Origin Dave Limp bersikeras "kami akan terbang lagi sebelum akhir tahun ini," perusahaan punya banyak pekerjaan rumah untuk kembali ke status siap terbang. Sementara Artemis III dijadwalkan pada paruh kedua 2027, jarak waktu yang tersisa tidak cukup longgar.

NASA Mulai Cari Opsi Lain untuk Meluncurkan Pendarat Blue Moon

Parsons mengaku "kami yakin New Glenn akan siap untuk Artemis III," namun NASA sudah mulai mempertimbangkan alternatif. Pendarat Blue Moon membutuhkan roket angkut berat. Falcon Heavy milik SpaceX adalah salah satu opsi yang mungkin, tetapi bahan bakar hidrogen cair yang digunakan mesin BE-7 buatan Blue Origin akan membuat sistem perpipaan menjadi rumit. Modifikasi apa pun pada roket bisa memakan waktu selama mengembalikan New Glenn ke status siap terbang.

Dengan dua perusahaan pendarat yang sama-sama belum siap, pertanyaan besar yang tersisa adalah: apakah Artemis III benar-benar bisa terbang pada 2027? Jawabannya, setidaknya untuk saat ini, masih menggantung.

Bagikan
Sumber: theregister.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks