Pencarian

120 Mahasiswa Aktuaria ITS Belajar Kelola Risiko ke TASPEN, Ada 9 Juta Peserta Jaminan Sosial

Senin, 29 Juni 2026 • 19:09:01 WIB
120 Mahasiswa Aktuaria ITS Belajar Kelola Risiko ke TASPEN, Ada 9 Juta Peserta Jaminan Sosial
mahasiswa aktuaria ITS belajar pengelolaan risiko langsung di kantor TASPEN Kepulauan Riau.

KEPULAUAN RIAU — Rombongan mahasiswa yang didampingi tiga dosen itu datang dalam agenda bertajuk "Unveiling Risk in the Actuarial World". Mereka tidak sekadar tur kantor. Lewat sesi pemaparan, diskusi, dan sharing session bersama tim aktuaria dan manajemen risiko TASPEN, para peserta diajak melihat langsung bagaimana ilmu hitung peluang diterapkan di perusahaan jaminan sosial negara.

Aktuaria Jadi Tulang Punggung Jaminan Sosial

Corporate Secretary TASPEN, Henra, menyebut aktuaria sebagai bidang strategis yang menentukan keberlanjutan program sosial perusahaan. "Kami berharap kolaborasi ini dapat terus melahirkan talenta unggul yang siap menjawab tantangan masa depan dunia asuransi dan jaminan sosial," ujarnya.

Dalam pemaparan, tim aktuaria TASPEN menjelaskan peran mereka menjaga keseimbangan dana pensiun dan program jaminan sosial. Mulai dari pengelolaan risiko, pengambilan keputusan berbasis data, hingga memastikan program jangka panjang tetap sehat untuk 9 juta lebih peserta.

Transformasi Bisnis dan Inovasi Layanan

Mahasiswa juga mendapat gambaran soal transformasi bisnis TASPEN. Perusahaan yang mengelola dana pensiun ASN ini terus mengembangkan layanan digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta. Inovasi itu menjadi bagian dari upaya TASPEN memperkuat perannya dalam sistem jaminan sosial nasional.

Henra menambahkan, kegiatan company visit ini sekaligus menjadi sarana keterbukaan informasi publik. Dalam tiga tahun terakhir, TASPEN sudah menerima kunjungan lebih dari 260 mahasiswa dan akademisi dari enam perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Minat Generasi Muda ke Sektor Asuransi Sosial

Tingginya angka permohonan informasi publik—70 permohonan sepanjang 2026 dengan 80 persen dari kalangan kampus—menunjukkan minat besar generasi muda terhadap pengelolaan jaminan sosial dan dana pensiun. TASPEN pun menjadikan kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai strategi mencetak SDM kompeten di bidang aktuaria dan manajemen risiko.

Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan hubungan antara dunia pendidikan dan industri. Bagi TASPEN, semakin banyak talenta muda yang paham risiko, semakin kokoh pula sistem jaminan sosial nasional ke depan.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks