ANAMBAS — Lahan milik Suryadi, anggota Kelompok Tani Tunas Karya, di Kampung Talipuk, RT 04/RW 02, Dusun II, Desa Bukit Padi, menjadi lokasi penanaman jagung varietas unggul BISI 18. Jarak tanam diatur 70 x 20 sentimeter dengan kedalaman 4–5 sentimeter. Jagung diperkirakan dapat dipanen sekitar 100 hari setelah masa tanam.
Mengapa Polisi, Mahasiswa, dan Petani Turun ke Sawah Bersama?
Kolaborasi ini dipimpin oleh Ps. Kanit Binmas Polsek Jemaja, Aipda Yondrialis, atas arahan Kapolsek Jemaja. Selain personel Polsek Jemaja, kegiatan juga dihadiri mahasiswa KKN UGM, pemilik lahan, serta warga setempat. Sinergi antara kepolisian, akademisi, dan petani ini menjadi model dukungan terhadap sektor pertanian di daerah kepulauan.
Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, S.I.K., M.H., mengatakan ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. “Polri berkomitmen mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara Polri, petani, pemerintah desa, dan mahasiswa menjadi kekuatan besar dalam membangun kemandirian pangan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Anambas,” ujarnya.
Peran Mahasiswa UGM: Membawa Semangat Inovasi ke Kampung
Kapolsek Jemaja, IPTU Sutomo, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN UGM yang ikut terjun langsung bersama masyarakat. Menurutnya, kehadiran generasi muda membawa semangat inovasi dan kepedulian terhadap sektor pertanian. “Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam mendukung swasembada pangan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Kegiatan berlangsung dengan semangat gotong royong. Polres Kepulauan Anambas menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kemitraan bersama masyarakat, kelompok tani, dan kalangan akademisi.