Pencarian

Disdik Kepri Serahkan Keputusan Belajar dari Rumah ke Sekolah Saat Kabut Asap, Acuan Indeks Udara di Atas 110

Kamis, 08 Oktober 2026 • 10:04:31 WIB
Disdik Kepri Serahkan Keputusan Belajar dari Rumah ke Sekolah Saat Kabut Asap, Acuan Indeks Udara di Atas 110
Kepala Disdik Kepri Andi Agung menyatakan sekolah dapat menerapkan belajar dari rumah jika indeks kualitas udara di atas 110.

Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau menyerahkan keputusan penerapan Belajar Dari Rumah (BDR) kepada masing-masing SMA, SMK, dan SLB menyesuaikan kualitas udara di wilayahnya akibat kabut asap. Kebijakan itu mengacu pada Surat Edaran Sekdaprov Kepri Nomor B/421.3/58/DISDIK-SET/2026 tertanggal 29 September 2026 yang hingga kini belum diubah. Sekolah diminta aktif berkoordinasi dengan BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup setempat untuk memantau indeks kualitas udara sebelum menentukan pembelajaran tatap muka atau dari rumah.

TANJUNGPIINANG — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Andi Agung menyatakan sekolah boleh menerapkan BDR jika kualitas udara akibat kabut asap berada di atas angka 110. Ambang itu menjadi rujukan resmi sesuai surat edaran yang masih berlaku. Menurut Agung, tidak ada perubahan aturan hingga saat ini.

"SE itu tetap berlaku dan belum ada perubahan. Jadi, kalau kualitas udara akibat kabut asap di atas 110, sekolah boleh menerapkan BDR," kata Agung di Tanjungpinang, Rabu.

Indeks Udara Jadi Penentu, Sekolah Diminta Pantau BMKG dan DLH

Agung meminta pihak sekolah terus berkoordinasi dengan BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup di kabupaten/kota masing-masing. Langkah itu untuk mengetahui indeks kualitas udara secara berkala. Dengan data tersebut, sekolah bisa memutuskan lebih cepat apakah pembelajaran digelar tatap muka atau dialihkan ke rumah.

Dia menekankan keselamatan warga sekolah sebagai pertimbangan utama. Kabut asap dinilai berisiko mengganggu kesehatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

"Kalau kualitas udara sudah tidak sehat, sebaiknya belajar dari rumah. Kabut asap berisiko mengganggu kesehatan warga sekolah," ucapnya.

Kabut Asap Kembali Selimuti Bintan, Jarak Pandang Turun 1-3 Kilometer

Stasiun BMKG Tanjungpinang melaporkan kabut asap kiriman dari luar daerah kembali menyelimuti wilayah Pulau Bintan. Kondisi itu memicu penurunan jarak pandang pada kisaran 1-3 kilometer. Pantauan sejak Rabu (7/10) pagi menunjukkan kabut asap kembali terdeteksi di Kepri, bahkan beberapa pulau di kawasan pesisir Kota Tanjungpinang nyaris tidak terlihat.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Rizqi Nur Fitriani menyebut wilayah Kepri terindikasi menerima kabut asap kiriman. Sumbernya dampak kebakaran hutan dan lahan dari Pulau Sumatera dan Kalimantan.

"Wilayah Kepri terindikasi mengalami kabut asap kiriman dampak kebakaran hutan dan lahan dari Pulau Sumatera dan Kalimantan," kata Rizqi.

PM2,5 di Batam Masuk Kategori Tidak Sehat Sejak Pukul 10.00 WIB

Data pemantauan kualitas udara di wilayah Batam mencatat konsentrasi PM2,5 pada 7 Oktober 2026 masuk kategori tidak sehat. Kondisi itu terpantau sejak sekitar pukul 10.00 WIB. Angka tersebut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kesehatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak sekolah.

Penurunan jarak pandang juga perlu diantisipasi untuk mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan. Jarak pandang yang semakin rendah dapat memengaruhi operasional bandara, khususnya ketika mencapai kurang dari 5 kilometer.

Kewenangan di Tangan Sekolah, Orang Tua Diminta Ikut Mengawasi

Dengan skema yang berlaku, keputusan BDR tidak lagi seragam untuk seluruh Kepri. Setiap SMA, SMK, dan SLB diberi ruang menilai kondisi udara di wilayahnya masing-masing. Sekolah yang berada di kawasan dengan indeks kualitas udara memburuk dapat langsung mengalihkan pembelajaran ke rumah.

Kebijakan ini menuntut peran aktif orang tua dalam mendampingi anak selama belajar dari rumah. Sekolah diharapkan menyiapkan mekanisme pembelajaran jarak jauh yang tidak membebani siswa. Koordinasi lintas instansi, mulai dari dinas pendidikan, BMKG, hingga DLH, menjadi kunci agar keputusan di tiap sekolah tetap berbasis data.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks