75 Ribu Desa Bakal Dapat 2.000 Ekor Ayam per Desa, Yayasan JAM Gandeng APDESI Cetak Raksasa Peternakan Rakyat

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 18:49:01 WIB
Ribuan kepala desa sepakat desa harus menjadi lokomotif ekonomi nasional dalam Rakernas APDESI Merah Putih 2026.

KEPULAUAN RIAU — Ribuan kepala desa yang tergabung dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APDESI Merah Putih 2026 di Serang, Banten, Rabu (10/6), sepakat desa tidak lagi bisa diposisikan sebagai penonton pembangunan. Sebaliknya, dengan lebih dari 75 ribu desa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, desa harus menjadi lokomotif ekonomi nasional.

"Desa memiliki sumber daya alam, sumber daya manusia, dan modal sosial yang sangat besar. Jika seluruh potensi itu dikelola secara baik melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, desa akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus benteng ketahanan pangan Indonesia," kata Anwar Sadat dalam sambutannya.

Program Ayam 2.000 Ekor per Desa dan Koperasi Produsen

Dukungan nyata datang dari Yayasan Jaringan Aspirasi Masyarakat (JAM) yang dipimpin Johan Aripin Muba. Dalam forum yang sama, Johan resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pakar APDESI Merah Putih dan mendapat julukan "Bapak Desa" dari para peserta.

Yayasan JAM bersama APDESI menyiapkan program pengembangan peternakan ayam rakyat. Setiap desa bakal mendapat bantuan pembangunan dua kandang produktif, masing-masing diisi 1.000 ekor ayam. Artinya, total 2.000 ekor ayam per desa akan dikelola sebagai sumber pendapatan sekaligus penyedia pangan bergizi.

Tak hanya ayam, Yayasan JAM juga mendorong pembentukan dua koperasi produsen di setiap desa. Satu koperasi fokus pada budidaya padi dan jagung dengan cakupan lahan hingga 100 hektar. Yayasan menyiapkan bantuan biaya tanam Rp12 juta per hektar plus dukungan pupuk bagi petani.

"Kalau desa maju, Indonesia maju. Kalau desa kuat, ekonomi nasional juga akan kuat," ujar Johan Aripin Muba, pengusaha yang dikenal sebagai crazy rich Banten itu.

Ekosistem Terintegrasi dari Hulu ke Hilir

Johan mengaku mendapat arahan dari Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno untuk membantu program pemerintah di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM. Ia pun mengumpulkan ahli pertanian, pakar koperasi, praktisi teknologi informasi, hingga pelaku usaha untuk merancang model bisnis desa yang berkelanjutan.

Hasilnya, lahir konsep ekosistem ekonomi desa terintegrasi dari hulu hingga hilir. Desa tidak hanya menjadi lokasi produksi, tetapi pusat pengelolaan ekonomi yang menghubungkan peternak dan petani langsung dengan pasar.

Rakernas yang mengusung tema "Sinergi Merah Putih untuk Memperkuat Peran Desa dalam Pembangunan Strategis Nasional" ini juga dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kehadiran mereka menandakan perhatian serius pemerintah terhadap agenda penguatan ekonomi desa.

Dengan cakupan 75.266 desa, program ayam dan koperasi ini berpotensi menjadi salah satu proyek pemberdayaan desa terbesar di Indonesia. Jika berjalan sesuai rencana, setiap desa tak hanya punya kandang ayam dan koperasi, tetapi juga akses permodalan, pendampingan, dan pasar yang pasti.

Reporter: Saifuddin Wahid
Back to top