TANJUNGPINANG — Perhelatan budaya yang memadukan permainan tradisional dan atraksi modern itu menghadirkan dua lomba utama. Festival Gasing Internasional diikuti 40 peserta dari DMDI Malaka, Johor, Kuala Lumpur, Siak, Pelalawan, dan Kepri. Sementara itu, lomba Jong menarik 200 peserta asal Singapura, Malaysia, Riau, serta perwakilan kabupaten dan kota di Kepri.
Panitia menggunakan skema pendanaan kolaboratif antara APBD Provinsi Kepri dan Dana Tugas Pembantuan dari Kementerian Pariwisata. Selain atraksi budaya, acara ini juga menghadirkan nonton bareng piala dunia hasil kerja sama dengan TVRI Kepri yang berhasil memikat wisatawan.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura menyaksikan langsung rangkaian final perlombaan pada Sabtu (20/6/2026). Kehadiran pimpinan daerah menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pelestarian budaya Melayu melalui pendekatan pariwisata modern.
Ansar menegaskan bahwa tema kegiatan memiliki makna strategis karena mengemban misi penting untuk pelestarian budaya Melayu dan lingkungan hidup. “Kegiatan ini menjadi sarana untuk membumikan, mengembangkan, dan merevitalisasi budaya Melayu sebagai identitas utama Kepulauan Riau,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ansar berharap masyarakat dapat mengemas kembali permainan rakyat seperti canang, petak umpet, hingga egrang menjadi daya tarik wisata masa depan. “Ke depan kita dapat merangkaikan acara dengan peringatan haul Raja Ali Haji,” pungkasnya.
Hasan melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025 Kepri mencatat kunjungan 2,027 juta wisatawan mancanegara serta 4,3 juta pergerakan wisatawan nusantara. Angka ini menunjukkan tren positif sektor pariwisata di daerah yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia tersebut.
“Hingga April 2026 kemarin, jumlah kunjungan wisman ke Kepri telah mencapai angka 647 ribu orang,” tambah Hasan. Capaian ini menjadi modal kuat bagi pengembangan event-event serupa di masa mendatang.