JAKARTA — Sebanyak 92 WNA Tiongkok yang menjadi bagian dari sindikat judi online dan penipuan investasi di Batam resmi dideportasi dan dicekal seumur hidup oleh Direktorat Jenderal Imigrasi. Langkah ini diambil sebagai efek jera bagi pelaku kejahatan transnasional lainnya.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi warga asing yang mengganggu ketertiban dan keamanan di Indonesia.
"Tindakan deportasi dan penangkalan seumur hidup ini kami harapkan dapat memberi efek jera dan membuat pelaku kejahatan asing lainnya mengurungkan niat untuk berkegiatan di Indonesia," kata Hendarsam dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Para pelaku merupakan bagian dari 210 WNA dari tiga negara yang ditangkap di Batam pada awal Mei 2026. Dari jumlah tersebut, 125 orang merupakan warga negara Vietnam, 82 WNA Tiongkok, dan 1 WNA Myanmar.
Khusus untuk 92 WNA Tiongkok, proses deportasi dilakukan atas permintaan resmi Otoritas Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui Kementerian Keamanan Publik. Pemerintah Tiongkok memfasilitasi penuh pemulangan ini dengan mengirimkan tim penjemputan khusus dan menanggung seluruh biaya akomodasi serta operasional.
Hendarsam menjelaskan, karena korban dari tindakan para pelaku bukan warga negara Indonesia, proses hukum diserahkan kepada otoritas Tiongkok. Hal ini agar para pelaku dapat dijatuhi hukuman berat sekaligus biaya peradilan yang timbul dapat ditanggung pihak terkait.
"Kami tidak akan memberikan ruang sedikitpun bagi warga asing yang mengganggu ketertiban dan keamanan di Indonesia," ujarnya menegaskan.
Ia menambahkan, tindakan tegas ini merupakan bagian dari fungsi Imigrasi sebagai penjaga pintu gerbang negara dan pelindung masyarakat. "Ini adalah komitmen kami sejalan dengan semangat Imigrasi untuk rakyat," kata Hendarsam.
Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan standard operating procedure (SOP) kontingensi selama proses pendeportasian. Langkah ini diambil demi menjaga situasi tetap kondusif.
Para WNA Tiongkok diterbangkan ke negara asalnya menggunakan maskapai China Southern Airlines dengan nomor penerbangan CZ2988 tujuan Guangzhou. Deportasi massal ini berlangsung pada Minggu (5/7) melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.