BATAM — BP Batam, Kepulauan Riau, merilis data bahwa kota industri itu berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan investasi nasional pada awal tahun ini. Dari total tambahan investasi nasional yang tercatat sekitar Rp 33,5 triliun, Batam menyumbang hampir sepertiganya.
Investasi sebesar Rp 8,86 triliun tersebut berasal dari berbagai sektor yang menjadi unggulan di Batam. Meski data rinci per sektor belum dirilis, BP Batam sebelumnya mencatat sektor industri elektronik, logistik, dan pariwisata sebagai penyumbang utama realisasi investasi di kawasan perdagangan bebas ini.
Kepala BP Batam menyebutkan bahwa iklim investasi yang kondusif dan infrastruktur yang terus dibangun menjadi daya tarik utama. Kawasan Batam juga memiliki fasilitas pelabuhan dan bandara yang mendukung aktivitas ekspor-impor, sehingga banyak investor asing dan dalam negeri memilih menanamkan modalnya di kota ini.
Tingginya realisasi investasi ini berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi di Batam. Dengan tambahan investasi Rp 8,86 triliun, BP Batam optimistis target investasi tahunan akan tercapai lebih cepat. Pemerintah setempat juga mendorong agar investasi yang masuk dapat menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal.
Pencapaian Batam ini menjadi sinyal positif bagi target investasi nasional di tahun 2026. Dengan kontribusi yang signifikan dari satu kota, pemerintah pusat diharapkan dapat terus mendorong daerah lain untuk meniru strategi promosi investasi yang diterapkan BP Batam.