TANJUNGPINANG — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Kepulauan Riau melaporkan hingga semester I tahun 2026 sudah menempatkan 2.500 PMI asal daerah itu ke berbagai negara. Jumlah ini naik 194 orang jika dibandingkan realisasi sepanjang 2025 yang sebanyak 2.306 orang.
Kepala BP3MI Kepri Kombes Pol Imam Riyadi mengatakan peningkatan tersebut membuktikan semakin tingginya kesadaran warga untuk berangkat kerja ke luar negeri melalui jalur resmi. “Artinya, progres pengiriman PMI secara legal dari Kepri terus meningkat dari tahun ke tahun,” kata dia di Tanjungpinang, Sabtu.
Didominasi Welder, ABK, dan Perawat
Ribuan PMI itu tersebar di sektor formal maupun informal. Sektor formal mencakup tenaga perawat, sedangkan informal meliputi tukang kebun, sopir truk, anak buah kapal (ABK), pariwisata, hingga welder atau tukang las.
Negara tujuan meliputi Malaysia, Singapura, Jepang, Kepulauan Solomon, dan Maladewa. “Peluang warga Kepri sangat besar karena memiliki SDM unggul di bidang welder, kesehatan, dan ABK yang tidak dimiliki daerah lain,” ujar Imam.
BP3MI Gencarkan Pelatihan dan Program SMK Go Global
Untuk memenuhi permintaan luar negeri, BP3MI Kepri bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja setempat mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK). Lembaga itu juga menggandeng SMK dan perguruan tinggi, seperti Politeknik Negeri Batam dan Batam Tourism Polytechnic, untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
Salah satu program unggulan adalah SMK Go Global yang dirancang mencetak lulusan siap kerja ke luar negeri. “Kita juga menyiapkan program SMK Go Global guna mencetak lulusan yang siap bekerja ke luar negeri,” jelas Imam.
Imbauan Hindari Ilegal dan Layanan Migran Center
Imam mengimbau masyarakat tidak tergiur tawaran gaji besar tanpa prosedur resmi. BP3MI Kepri menyediakan Migran Center sebagai pusat layanan terpadu informasi prosedur, peluang kerja legal, serta pencegahan penempatan ilegal dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Layanan bisa diakses di mitra perguruan tinggi BP3MI atau langsung ke kantor BP3MI Kepri di Tanjungpinang. “Kami siap membantu PMI yang hendak bekerja ke luar negeri secara prosedural,” katanya.
Imam menambahkan, remitansi yang dikirim para PMI memberikan dampak langsung terhadap perekonomian lokal dan kesejahteraan keluarga di daerah asal. Dana tersebut menjadi motor penggerak finansial bagi kantong-kantong penempatan di Kepri.