NATUNA — Sebanyak 14 sekolah di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, akan direvitalisasi pada 2026 dengan anggaran Rp16,5 miliar dari pemerintah pusat. Dana tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden yang dikucurkan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kepala Disdikbud Natuna Hendra Kusuma merinci sasaran program tersebut, yakni dua PAUD, tiga SD, tujuh SMP, dan dua SMA. Pekerjaan yang dilakukan meliputi perbaikan maupun pembangunan gedung baru untuk ruang kelas, perpustakaan, toilet, hingga rumah dinas guru.
"Anggaran sebesar Rp16,5 miliar itu digunakan untuk merevitalisasi dua PAUD, tiga SD, tujuh SMP, dan dua SMA," katanya di Natuna, Rabu.
Seluruh kegiatan revitalisasi dilaksanakan melalui skema swakelola oleh masing-masing sekolah. Artinya, proses pengerjaan tidak melalui mekanisme lelang dan dikelola langsung oleh pihak sekolah yang bersangkutan.
"Pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara swakelola oleh masing-masing sekolah tanpa melalui proses lelang," ujar Hendra. Ia menambahkan, sebagian pekerjaan revitalisasi sudah mulai berjalan.
Peningkatan kualitas fasilitas sekolah dinilai penting untuk menunjang proses belajar mengajar. Menurut Hendra, lingkungan belajar yang aman dan nyaman merupakan faktor utama yang harus dipenuhi.
"Peningkatan kualitas fasilitas sekolah diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar," jelasnya.
Disdikbud Natuna tidak hanya mengawal pelaksanaan program yang sudah berjalan. Mereka juga terus mengusulkan revitalisasi bagi sekolah lain yang membutuhkan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Data kondisi bangunan sekolah yang rusak dimasukkan ke dalam sistem Dapodik. Data tersebut nantinya akan diverifikasi oleh pemerintah pusat sebagai dasar penentuan penerima program revitalisasi pada tahap berikutnya.
"Data sekolah yang rusak kami masukkan ke Dapodik. Selanjutnya data tersebut akan diverifikasi oleh pemerintah pusat sebagai dasar penentuan penerima program revitalisasi berikutnya," kata Hendra.