UPTD PPA Batam Tangani 121 Kasus Kekerasan pada Semester I 2026, Pencabulan Anak Mendominasi

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Senin, 27 Juli 2026 | 15:04:01 WIB
Petugas UPTD PPA Batam menunjukkan data penanganan 121 kasus kekerasan pada Semester I 2026, dengan pencabulan anak sebagai kasus tertinggi.

BATAM — Dari total 121 kasus yang masuk, 87 di antaranya melibatkan anak-anak. Pencabulan menjadi kasus tertinggi dengan 31 laporan, disusul kekerasan hingga persetubuhan sebanyak 30 kasus. Sementara itu, 34 kasus lainnya menimpa perempuan dewasa, dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mendominasi mencapai 15 laporan.

Kekerasan Anak: Pencabulan hingga Anak dalam Jaringan Terorisme

Pada kelompok anak, UPTD PPA Batam juga mencatat 11 kasus kekerasan fisik, tiga kasus sodomi, dan dua kasus kekerasan psikis. Dua kasus anak dalam jaringan terorisme serta dua kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) turut masuk dalam catatan lembaga tersebut.

"Meningkatnya kasus di Batam menjadi salah satu tanda bahwa masyarakat dan korban sudah mulai berani speak up terhadap masalah yang dihadapi karena mereka dijamin mendapatkan perlindungan," kata Suratin di Batam, Senin.

KDRT Mendominasi Kasus Perempuan, KBGO Juga Terdata

Untuk korban perempuan, selain KDRT, UPTD PPA menerima delapan laporan terkait pengasuhan, tiga kasus kekerasan fisik, dan dua kasus persetubuhan. Satu kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO) juga tercatat, di mana pelaku memaksa korban menunjukkan bagian tubuh intim melalui panggilan video.

Suratin mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama dalam penggunaan gawai. Sebab, banyak kasus kekerasan berawal dari aktivitas di media sosial.

Komitmen Pendampingan: Korban Dijamin Mendapat Perlindungan

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 lalu, UPTD PPA Batam menangani total 338 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Meski angka semester pertama 2026 belum mencapai setengah dari total tahun lalu, tren peningkatan laporan dinilai sebagai sinyal positif keberanian korban.

"Peran UPTD PPA tetap memberikan pendampingan dan layanan yang terbaik untuk kepentingan korban," tegas Suratin. Lembaga ini berkomitmen memastikan pemulihan optimal bagi setiap korban yang datang.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top