Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau menggelar Gebyar Melayu Pesisir 2026 di Batam pada 14-20 September untuk mengangkat warisan budaya Melayu sebagai sumber nilai tambah ekonomi. Ajang tahunan itu menyasar pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, fesyen, dan kuliner berbasis identitas Melayu. Penjualan dalam pameran tahun lalu menembus Rp 13 miliar, melampaui target Rp 10 miliar.
BATAM — Kepala Perwakilan BI Kepri Rony Widijarto menyatakan pendekatan yang dipakai tahun ini berbeda dari sekadar pelestarian pasif. Budaya Melayu didorong menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
"Yang kami tekankan di Kepri 2026 ini adalah bagaimana budaya Melayu tidak hanya kita lestarikan secara pasif, tetapi juga bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru," kata Rony dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu.
Pengembangan produk berbasis identitas daerah menjadi fokus utama. Pakaian adat, tudung manto, motif Melayu, dan wastra didorong tidak hanya dipakai dalam kegiatan seremonial, tetapi masuk ke pasar komersial.
Rony menilai corak dan motif Melayu perlu terus dikembangkan agar kualitas dan nilai tambah produk UMKM meningkat. Batam dianggap punya keunggulan dari sisi pasar karena aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakatnya tinggi.
Kondisi itu bisa dimanfaatkan untuk menjadikan pusat-pusat budaya Melayu sebagai etalase sekaligus ruang pemasaran produk daerah.
Selain penguatan produk, BI Kepri mendorong digitalisasi UMKM dan memperluas akses pembiayaan. Penggunaan QRIS diarahkan menyasar wisatawan agar terbiasa dengan pembayaran digital.
"Kami terus mendorong penggunaan QRIS, terutama untuk wisatawan agar terbiasa menggunakan pembiayaan digital. Ada program Wakafein, jadi memberi wakaf dengan pembayaran digital dan mendapatkan secangkir kopi, jadi ada strategi baru seperti itu," ujarnya.
Realisasi penjualan dalam pameran tahunan ini tercatat sekitar Rp 12 miliar pada 2024 dan naik menjadi Rp 13 miliar pada 2025. Capaian itu melampaui target yang dipatok sebesar Rp 10 miliar.
"Semoga tahun 2026 ini bisa mencapai target Rp 10,5 miliar," kata Rony.
GMP 2026 menghadirkan expo, fashion show, talkshow, business matching, workshop, kompetisi, charity run, dan festival kuliner nusantara. Penampilan Padi Reborn dijadwalkan pada 19 September.
"Tahun ini kami juga akan memiliki penampilan dari artis nasional Padi Reborn karena kita berpikir UMKM itu butuh dukungan industri kreatifnya agar UMKM-nya juga ikut tumbuh. Jadi ada yang baru di GMP tahun ini," ujarnya.
Rangkaian kegiatan itu melibatkan pemerintah daerah, perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaku UMKM, industri kreatif, dan masyarakat. Tujuannya memperluas akses pasar sekaligus memperkuat warisan Melayu sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi Kepri.