TANJUNGPINANG — Ratusan pelari memadati garis start di halaman Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepri sejak Minggu pagi. Kepri On Running mencatat 284 peserta ambil bagian dalam Tanjungpinang Mini Offline Pocari Sweat Run 2026, tersebar di kategori 5 kilometer dan 10 kilometer.
Peserta datang dari berbagai wilayah Kepulauan Riau. Kawasan Pulau Dompak dipilih sebagai rute, dengan area finis disiapkan untuk puluhan hadiah dan permainan hiburan.
Dua Kategori Jarak, 284 Pelari dari Berbagai Wilayah Kepri
Panitia membagi lomba ke dalam dua kategori jarak. Kategori 5 kilometer menyasar pelari pemula dan keluarga, sedangkan kategori 10 kilometer menjadi ajang pelari yang mengejar catatan waktu lebih baik.
Ketua Kepri On Running Capt Yudi Kurniawan menyebut ajang ini sebagai wadah silaturahmi antarwarga. "Ajang ini menjadi wadah silaturahmi, sekaligus pemicu semangat hidup sehat bagi masyarakat Kepri," kata Yudi.
Antusiasme peserta di Tanjungpinang jadi sorotan tersendiri bagi komunitas. "Kami sangat bangga melihat semangat para pelari di Tanjungpinang yang begitu luar biasa," ujar Yudi.
Bagian dari Gerakan Lari Serentak di 131 Kota
Lomba di Dompak bukan kegiatan berdiri sendiri. Ajang ini terhubung dengan gerakan lari serentak berskala nasional yang berlangsung di 131 kota dan komunitas se-Indonesia.
Panitia merancang konsep acara secara interaktif lewat pembagian puluhan hadiah menarik. Permainan hiburan juga disiapkan di area finis untuk peserta dan pendamping.
"Pihak panitia menghadirkan beragam hiburan menarik untuk memanjakan para peserta," tutur Yudi.
Harapan Warga: Olahraga Terbuka Rutin di Tanjungpinang
Warga berharap kegiatan olahraga terbuka seperti ini berlanjut secara berkala. Selama ini, ruang lari di kawasan Dompak jadi salah satu pilihan warga Tanjungpinang untuk beraktivitas pagi.
"Masyarakat berharap kegiatan olahraga terbuka seperti ini dapat terus berlangsung secara rutin di Tanjungpinang," tegas Yudi.
Kepri On Running belum menyebut jadwal kegiatan berikutnya. Komunitas ini menyatakan akan mengevaluasi pelaksanaan lomba sebelum menentukan agenda lari terbuka selanjutnya di Kepulauan Riau.