Kabut Asap Kiriman dari Kalimantan Selimuti Natuna, BMKG Ingatkan Risiko Jarak Pandang Transportasi Darat, Laut, dan Udara

Penulis: Fadhli Usman  •  Selasa, 22 September 2026 | 05:47:01 WIB
Kabut asap kiriman dari Kalimantan menyelimuti wilayah Natuna dan menurunkan jarak pandang.

NATUNA — Rafael menjelaskan, pantauan citra satelit BMKG menunjukkan sebaran kabut asap bergerak dari wilayah Kalimantan menuju Natuna. Pola angin itulah yang membuka jalur masuk asap ke udara Natuna.

Penurunan visibilitas menjadi risiko utama. Jarak pandang mendatar yang menyusut bisa menghambat pergerakan kendaraan, kapal, hingga pesawat di wilayah tersebut.

Angin 6-30 Km per Jam Bawa Asap dari Kalimantan

Kecepatan angin 6 hingga 30 kilometer per jam dari arah selatan-barat daya menjadi faktor utama perpindahan asap. BMKG menilai kondisi itu perlu diwaspadai seluruh pelaku transportasi.

"Dengan adanya sebaran kabut asap di wilayah Natuna ini sangat memengaruhi visibilitas atau jarak pandang mendatar sehingga bisa menghambat sektor transportasi yang ada di wilayah Natuna, baik darat, laut, maupun penerbangan," ujar Rafael kepada Koran Perbatasan melalui WhatsApp, Senin (21/9/2026).

"Sehingga hal ini harus menjadi kewaspadaan bagi pelaku dan pengguna transportasi apa saja," tambahnya.

Shearline Picu Hujan Sedang hingga Lebat, Bisa Kurangi Asap

Di tengah kabut asap, BMKG mendeteksi fenomena shearline atau belokan angin di wilayah Natuna. Belokan angin itu memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

"Terpantau adanya belokan angin (shearline) di wilayah Natuna yang memicu pertumbuhan awan-awan konvektif. Kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Natuna," kata Rafael.

Hujan yang turun disebut bisa membantu mengurangi dampak kabut asap. "Kondisi hujan ini bisa sedikit mengurangi dampak kabut asap di wilayah Natuna," ujarnya.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan dan Pakai Masker

BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap berlangsung. Jika aktivitas luar rumah tidak bisa dihindari, warga diharapkan memakai masker sebagai perlindungan dari paparan asap.

"Kami mengimba untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Apabila tidak dimungkinkan, diharapkan menggunakan masker," imbau Rafael.

Peringatan serupa ditujukan bagi pengguna transportasi. Rafael meminta mereka mewaspadai kemungkinan penurunan jarak pandang saat berkendara atau berlayar.

"Kami juga mengimbau terhadap kemungkinan terjadinya penurunan jarak pandang, khususnya bagi pelaku dan pengguna sarana transportasi apa saja," tambahnya.

BMKG Ingatkan Larangan Buka Lahan dengan Cara Dibakar

Selain soal jarak pandang, BMKG mengingatkan warga Natuna agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah karhutla baru yang memperparah sebaran asap.

"Diharapkan tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara dibakar. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi dan peringatan dini, baik cuaca, iklim, serta perkembangan karhutla melalui kanal resmi BMKG," pungkas Rafael.

Masyarakat diminta mengikuti perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG, terutama sebelum melakukan perjalanan di wilayah Natuna.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: koranperbatasan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top