Perum Bulog Cabang Natuna, Kepulauan Riau, menyalurkan 69.000 liter minyak goreng MinyaKita melalui lima Rumah Pangan Kita (RPK) aktif hingga September 2026. Seluruh outlet RPK tersebut terkonsentrasi di kawasan Pasar SP2KP atau Pasar Ranai. Penyaluran menyasar kios dan pedagang, bukan konsumen langsung, dengan HET Rp15.700 per liter.
NATUNA — Pemimpin Cabang Bulog Natuna Pencius Siburian menyatakan pihaknya mencatat penyaluran 69.000 liter minyak goreng jenis MinyaKita melalui jaringan RPK. Lima RPK yang aktif bertransaksi seluruhnya berada di kawasan SP2KP atau Pasar Ranai.
Penyaluran dilakukan dua kali sepekan, setiap Senin dan Kamis. Setiap outlet umumnya menerima sekitar 50 kardus per pengiriman, tanpa pembatasan kuota khusus dari Bulog.
Mengapa Bulog Tidak Bisa Jual Langsung ke Konsumen
Bulog tidak dapat menyalurkan MinyaKita secara langsung kepada masyarakat melalui bazar maupun Gerakan Pangan Murah (GPM). Pencius menyebut penyaluran wajib melalui kios atau pedagang.
"Untuk bazar dan GPM, Bulog tidak bisa melaksanakan karena kami harus menjual MinyaKita tersebut ke kios atau pedagang dan tidak bisa langsung ke konsumen," ujarnya.
Pendistribusian ke depan direncanakan diperluas ke pasar SP2KP, pasar daerah lain, RPK, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta ritel modern.
HET Rp15.700 per Liter dan Batas Dua Kemasan per Pembeli
Minyak goreng yang disalurkan melalui jaringan RPK merupakan MinyaKita dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Merek ini dihadirkan di Natuna untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di wilayah perbatasan.
Bulog menerapkan pembatasan pembelian dua kemasan per orang. Petugas juga mengingatkan pembeli agar minyak goreng tersebut tidak dijual kembali.
Wilayah Terpencil Natuna Belum Terjangkau
Penyaluran MinyaKita ke wilayah-wilayah terpencil di Natuna belum dilaksanakan. Bulog masih menunggu surat dari pemerintah daerah terkait pendistribusian komoditas tersebut.
"Untuk penyaluran di wilayah-wilayah terpencil belum kami laksanakan. Kami masih menunggu surat dari pemerintah daerah terkait pendistribusian MinyaKita tersebut ke daerah-daerah terpencil," kata Pencius.
Konsentrasi outlet RPK yang aktif menyalurkan minyak goreng saat ini berada di Pasar SP2KP atau Pasar Ranai. Penambahan saluran distribusi ke KDKMP dan ritel modern bergantung pada ketersediaan stok.