Pencarian

Tiga Pekan Jeda, Tekanan untuk Manajer Premier League Meningkat

Minggu, 20 September 2026 • 16:02:01 WIB
Tiga Pekan Jeda, Tekanan untuk Manajer Premier League Meningkat

KEPULAUAN RIAU — Tiga pelatih sudah kehilangan pekerjaan musim ini, dan sejumlah nama lain mulai merasakan tekanan menjelang jeda internasional yang lebih panjang dari biasanya. Jeda tiga pekan kali ini datang lebih lambat, dengan lebih banyak pertandingan sudah dimainkan, sehingga posisi manajer yang hasilnya buruk jadi sorotan.

Jeda internasional September kali ini berlangsung tiga pekan, lebih panjang dari biasanya yang hanya dua pekan. Slot jeda ini juga datang lebih lambat, saat klub sudah memainkan lebih banyak laga liga. Kondisi itu membuat tekanan pada manajer yang hasilnya kurang memuaskan kian terasa.

Sejauh musim ini, tiga pelatih telah kehilangan pekerjaan. Paul Heckingbottom dilepas Preston North End, Michael Duff dari Wycombe Wanderers, dan Luke Williams dari Peterborough. Sejumlah nama lain kini disebut-sebut berada dalam posisi rentan.

Fulham dan Manchester United Bertemu di Laga Terakhir Sebelum Jeda

Fulham dan Manchester United bersua di Craven Cottage pada laga terakhir sebelum para pemain bergabung dengan negaranya masing-masing. Dua manajer klub itu, Alvaro Arbeloa dan Michael Carrick, disebut tengah menghadapi tekanan.

Arbeloa ditunjuk sebagai manajer Fulham pada musim panas, setelah sebelumnya menangani Real Madrid selama 28 pertandingan pada paruh kedua musim lalu. Namun tanpa kemenangan dan menelan tiga kekalahan dalam empat laga Premier League pertamanya, tekanan pada Arbeloa sudah muncul. Isu ketidakpuasan di dalam skuad, yang disebut berkaitan dengan aktivitas media sosial para pemain, menambah beban.

Hal serupa dialami Carrick di Old Trafford, terlebih setelah United tersingkir dari EFL Cup lewat kekalahan 3-2 dari Brighton pada Rabu. Itu menjadi kali pertama United unggul dua gol di kandang lalu kalah sejak dikalahkan Tottenham 3-2 pada 1976, atau setengah abad silam.

Kekalahan itu menyusul hasil 1-0 dari Manchester City yang bermain dengan 10 orang. Satu-satunya kemenangan United musim ini diraih atas Ipswich Town dan Sabah. Carrick butuh hasil.

Klub Jarang Ganti Manajer di Jeda Internasional

Selama 10 tahun terakhir, jarang ada manajer Premier League yang diganti sedini ini dalam musim. Apalagi saat jeda internasional. Pada jeda September, hanya dua manajer yang kehilangan pekerjaan dalam satu dekade terakhir, yakni Javi Gracia di Watford pada 2019 dan Nuno Espirito Santo di Nottingham Forest tahun lalu.

Pada jeda Oktober, juga hanya dua manajer yang sebelumnya dilepas, yaitu Francesco Guidolin di Swansea pada 2016 dan Xisco Munoz di Watford pada 2021. Pola itu menunjukkan klub tidak cenderung memakai jeda internasional untuk mengganti manajer.

Pergantian justru lebih mungkin terjadi pada November. Dalam 10 tahun terakhir, enam manajer diganti pada periode itu. Meski begitu, bukan berarti para manajer aman, karena pergantian hanya tidak dilakukan saat jeda berlangsung.

Pada 10 musim terakhir, sembilan pelatih telah meninggalkan pekerjaannya saat jeda internasional kedua tiba, yang setara dengan jumlah pertandingan saat ini. Dengan belum ada manajer yang dilepas, bukan tidak mungkin pergantian terjadi dalam tiga pekan ke depan.

Jeda Beri Waktu Klub Menata Manajer Baru

Mantan bos Stoke, West Brom, dan Middlesbrough, Tony Pulis, menjelaskan kapan tekanan pada manajer bisa memuncak. Menurut dia, jeda internasional Oktober/November, jeda usai periode Natal, dan awal Maret menjadi tiga titik krusial bagi manajer yang hasilnya buruk.

"Jeda dalam musim memberi klub kesempatan menunjuk manajer baru dengan waktu untuk menyesuaikan diri, menilai lingkungan, staf, dan waktu mempersiapkan laga pertamanya," ujar Pulis.

Setelah Natal, laga pertama biasanya berlangsung di ajang Piala FA. Itu memberi bos baru kesempatan melihat langsung kekuatan skuadnya. Kesan pertama bisa jadi titik awal yang penting, sehingga manajer punya waktu menyiapkan dan menyampaikan prinsipnya kepada para pemain.

"Saya tidak melihat jeda September ini sebagai lampu yang menyala, ini terlalu awal dalam musim," kata Pulis. "Tetapi setelah itu, tanggal-tanggal yang saya sebutkan benar-benar berperan."

Pulis menilai jeda internasional awal musim ini tidak membantu manajer mana pun. Baik tim sedang menang maupun kalah, situasinya sama sulit. Tim yang menang ingin terus bermain, sementara manajer yang start-nya buruk butuh lebih banyak waktu membenahi tim. Pemain yang melakukan perjalanan jauh dan risiko cedera pada awal musim disebutnya hal yang kurang masuk akal.

Carrick Dinilai Belum di Titik Kritis

Meski bukti menunjukkan klub baru mengganti manajer setelah situasi memburuk, sejumlah bos mulai merasakan tekanan. Di Manchester United, laga melawan Fulham dinilai belum menjadi penentu nasib Carrick. Carrick sendiri menyebut anggapan bahwa posisinya terancam sebagai hal yang "tidak masuk akal".

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks