Pemerintah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mengerahkan tiga alat berat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut. Alat berat bantuan salah satu perusahaan itu dipakai membuat parit pembatas guna mengisolasi api agar tidak menyebar ke area lain. BPBD Lingga mencatat sekitar 80 hektare lahan terbakar di wilayah Pudong, dan baru sekitar 30 hektare yang berhasil dipadamkan.
LINGGA — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga Oktanius Wirsal menyatakan alat berat tersebut telah beroperasi selama tiga hari dan masih terus bekerja hingga kini. Selama proses itu, kurang lebih tiga kilometer parit pembatas berhasil dibuat di sekitar lokasi kebakaran.
"Alat ini digunakan untuk membuat parit pembatas, tujuannya mengisolasi api," ucap Oktanius saat dikonfirmasi dari Batam, Senin.
Pemantauan di lapangan menunjukkan api di Tanjung Bungsoi sudah padam, tetapi asap masih muncul karena lahan gambut, resam, dan semak belukar yang terbakar. Petugas masih melakukan pemantauan dan pemadaman di sejumlah titik yang tersisa.
Untuk memetakan lokasi kebakaran, BPBD memanfaatkan pesawat nirawak atau drone. Cara itu dipakai agar luasan area yang terdampak bisa dihitung lebih akurat.
"Di Tanjung Bungsoi masih dimonitor. Api sudah padam, tetapi asap masih ada karena gambut, resam, dan semak belukar," ujar Oktanius.
BPBD Lingga mencatat luas lahan terbakar cukup signifikan. Khusus di wilayah Pudong, sekitar 80 hektare lahan terdampak, dan baru sekitar 30 hektare yang berhasil dipadamkan.
"Sekitar 30 hektare telah berhasil dipadamkan hingga tadi malam, sementara di sejumlah titik masih terdapat api," kata Oktanius.
Dalam penanganan karhutla, BPBD berkolaborasi dengan TNI, Polri, masyarakat, serta instansi hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Lingga. Sebelumnya, terdapat sembilan titik kebakaran yang tercatat dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut.