Apple Gugat OpenAI, Minta Akses Forensik dan Dokumen R&D Hardware

Penulis: Muzakir Salim  •  Selasa, 22 September 2026 | 10:53:01 WIB
Apple meminta pengadilan mengizinkan ahli forensiknya meninjau citra forensik dalam gugatan rahasia dagang terhadap OpenAI.

KEPULAUAN RIAU — Apple meminta pengadilan mengizinkan ahli forensiknya meninjau citra forensik dalam gugatan rahasia dagang terhadap OpenAI dan io Products. Perusahaan juga menuntut akses dipercepat ke dokumen riset dan pengembangan hardware OpenAI, termasuk metal finish, manajemen daya, dan baterai. Langkah ini memperpanjang sengketa hukum yang menyeret mantan karyawan Apple.

Apple mengajukan permohonan ke pengadilan agar ahli forensik independennya bisa memeriksa citra forensik yang menjadi dasar analisis pihak tergugat terhadap perangkat milik Chang Liu. Permohonan itu tertuang dalam berkas bersama yang diajukan kedua pihak dan baru dipublikasikan.

Gugatan awal dilayangkan Apple pada awal Juli terhadap mantan karyawan, OpenAI, dan io Products. Apple menuduh mereka melakukan misappropriasi rahasia dagang, termasuk dugaan pengambilan informasi rahasia saat karyawan meninggalkan perusahaan.

Duduk Perkara Gugatan Apple vs OpenAI

Apple menuding mantan karyawannya, Chang Liu, melatih karyawan Apple lain soal materi yang perlu ditinjau sebelum wawancara di OpenAI. Mantan eksekutif Apple, Tang Tan, juga dituduh mengarahkan kandidat untuk membawa komponen hardware dan materi lain ke sesi wawancara.

Dalam perkembangan terbaru, Apple menyatakan inspeksi forensik awal terhadap MacBook yang digunakan Liu setelah keluar dari perusahaan menunjukkan ia memakai skema sirkuit rahasia Apple untuk menjalankan simulasi di OpenAI. MacBook itu juga mengarah pada penggunaan Mac mini, yang kini diminta Apple untuk diakses.

OpenAI membantah seluruh tuduhan tersebut. Perusahaan menilai kasus ini sebagai "a mess of Apple's own making" karena praktik offboarding dan keamanan Apple yang dianggap longgar membuat karyawan lebih mudah membawa akses ke informasi rahasia setelah resign.

Apple Minta Akses Citra Forensik

Dalam berkas bersama, Apple meminta pengadilan mengizinkan ahli forensiknya meninjau citra forensik yang dipakai ahli tergugat untuk menganalisis perangkat Liu. Apple menilai analisis tersebut punya cacat kritis.

Ahli forensik Apple mengklaim menemukan dua masalah utama. Pertama, kegagalan menemukan file di Mac mini Liu yang terbukti digunakan dan disimpan di perangkat itu. Kedua, kesimpulan keliru bahwa file berukuran nol byte atau dengan field kMDItemLastUsedDate kosong berarti file tersebut tidak diakses.

OpenAI menolak permintaan itu. Mereka mengusulkan agar ahli forensik netral yang menangani citra tersebut berdasarkan protokol yang disepakati bersama. Apple menilai usulan ini merugikan karena ahli forensik tergugat sudah mendapat akses langsung ke materi yang sama.

Dokumen R&D Hardware OpenAI yang Diminta

Selain materi forensik, Apple menuntut akses dipercepat ke dokumen pengembangan hardware OpenAI. Fokusnya mencakup metal finish, manajemen daya, dan fungsionalitas baterai.

OpenAI sebelumnya berargumen metal finish mereka dikembangkan secara independen tanpa memakai informasi rahasia Apple. Mereka juga menyatakan simulasi yang dijalankan Liu dengan file rahasia Apple tidak berkaitan dengan produk yang sedang dikembangkan.

Apple ingin menguji klaim tersebut dengan melihat catatan pengembangan yang mendasarinya. OpenAI menilai permintaan ini sebagai upaya "snoop on a competitor" atau mengintip kompetitor.

Apple membantah tudingan itu. Mereka menegaskan tidak meminta "a complete technical record of OpenAI's development of any technology" seperti yang dituduhkan OpenAI, melainkan hanya teknologi terkait metal finish, manajemen daya, atau baterai yang memang dipersoalkan dalam pembelaan tergugat.

Dampak pada Pengembangan Hardware OpenAI

Sengketa ini berpusat pada dua permintaan Apple yang ditentang OpenAI. Pertama, permintaan expedited discovery atau penemuan bukti dipercepat. Kedua, permintaan preliminary injunction yang akan membatasi penggunaan rahasia dagang Apple oleh OpenAI selama proses hukum berjalan.

Apple berargumen akses dipercepat ke bukti tertentu dibutuhkan karena OpenAI masih mengembangkan produk hardware. Jika dugaan penggunaan rahasia dagang Apple terus berlanjut, keterkaitan dengan pengembangan produk itu makin sulit dipisahkan dan dibatalkan.

OpenAI menilai Apple tidak menunjukkan alasan mengapa proses expedited discovery terpisah diperlukan. Mereka juga menyebut permintaan Apple terlalu luas. Karena kebuntuan ini, pengadilan meminta kedua pihak mengajukan berkas bersama yang memuat posisi masing-masing.

Bagi pengguna Indonesia, kasus ini belum berdampak langsung pada produk atau layanan Apple dan OpenAI yang beredar di pasar lokal. Namun, hasil sengketa bisa memengaruhi arah pengembangan perangkat hardware OpenAI yang digadang-gadang masuk kategori baru di pasar konsumen global.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top