BATAM — Bakhtiar menilai pekerjaan teknis kelistrikan bukan perkara sederhana. Penanganan gangguan di lapangan, kata dia, membutuhkan keahlian, koordinasi antarpetugas, dan kesiapsiagaan agar pasokan listrik bisa segera pulih.
Pernyataan itu disampaikan politikus yang menjabat Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kepulauan Riau tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada petugas PT PLN. Gangguan pasokan listrik sebelumnya berdampak pada masyarakat di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.
Bakhtiar menegaskan apresiasi terhadap petugas mesti dibarengi peningkatan kualitas pelayanan. Listrik, menurutnya, merupakan kebutuhan mendasar yang menunjang kegiatan rumah tangga, dunia usaha, pendidikan, hingga pelayanan publik.
Karena itu, gangguan yang terjadi diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi PLN. Ia mendorong penguatan sistem kelistrikan, peningkatan kesiapsiagaan, dan upaya meminimalkan risiko gangguan serupa di kemudian hari.
"Kami mengapresiasi para petugas PLN yang bekerja menangani gangguan di lapangan. Kita memahami bahwa pekerjaan teknis kelistrikan membutuhkan keahlian, koordinasi, dan upaya yang tidak sederhana," ujar Bakhtiar.
Selain perbaikan sistem, Bakhtiar meminta PLN menyampaikan informasi secara transparan kepada masyarakat. Penyebab gangguan dan langkah perbaikan yang dilakukan perlu dijelaskan agar warga memahami proses pemulihan.
Harapan serupa ia sampaikan untuk perbaikan berkelanjutan. Menurut Bakhtiar, warga Kepulauan Riau perlu merasakan hasil nyata dari evaluasi yang dilakukan perusahaan listrik negara itu.
"Kita menghargai kerja keras para petugas di lapangan sekaligus mendorong perbaikan sistem secara berkelanjutan. Harapan kita, ke depan ada perbaikan nyata yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kepulauan Riau," tutupnya.
Gangguan listrik di tiga wilayah Kepri itu menjadi sorotan karena menyentuh langsung aktivitas harian warga. DPRD Kepri melalui Bakhtiar menempatkan persoalan ini sebagai agenda pengawasan layanan publik, bukan sekadar ucapan terima kasih kepada petugas lapangan.