Wisatawan Indonesia Kini Pilih Kenyamanan, Pemesanan Kelas Bisnis Melonjak

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:21:01 WIB
Data Trip.com semester I 2026 menunjukkan pemesanan kursi kelas bisnis rute internasional wisatawan Indonesia hampir dua kali lipat.

KEPULAUAN RIAU — Data Trip.com semester I 2026 menunjukkan rata-rata anggaran liburan luar negeri wisatawan Indonesia naik dua digit secara tahunan. Pemesanan kursi kelas bisnis rute internasional hampir dua kali lipat, sementara jeda pemesanan tiket memanjang dari 39 menjadi 41 hari. Pergeseran ini menandai perubahan cara traveler lokal merencanakan perjalanan.

Trip.com Indonesia mencatat perubahan pola belanja perjalanan yang cukup jelas sepanjang paruh pertama 2026. Wisatawan tidak lagi menjadikan harga termurah sebagai patokan utama, melainkan mulai menghitung kenyamanan sebagai bagian dari nilai liburan itu sendiri.

Anggaran Naik, Kelas Bisnis Jadi Pilihan

Rata-rata bujet liburan ke luar negeri tumbuh dua digit dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan paling mencolok terjadi pada pesanan kursi kelas bisnis rute internasional yang hampir dua kali lipat, jauh melampaui pertumbuhan kelas ekonomi.

Krishna Arya, General Manager Trip.com Indonesia, menyebut pergeseran ini sebagai bentuk kehati-hatian baru dalam mengatur pengeluaran.

"Mendapatkan pengalaman yang lebih baik tidak selalu berarti memilih opsi termurah," ujarnya dalam keterangan yang dikutip Medcom.id.

Menurut Krishna, wisatawan Indonesia kini memasukkan tiket pesawat dan hotel ke dalam total biaya perjalanan, bukan lagi menilai keduanya secara terpisah.

Booking Lebih Awal, Notifikasi Harga Diminati

Jeda waktu antara pemesanan dan keberangkatan untuk tiket luar negeri naik dari 39 hari menjadi 41 hari. Angka ini menunjukkan traveler mulai merencanakan perjalanan lebih matang, bukan memburu diskon mendadak.

Fitur Notifikasi Harga juga mencatat pertumbuhan pengguna baru sebesar 31%. Alih-alih mengecek tarif berulang kali, pelancong memantau rute impian dan menunggu pemberitahuan saat harga sesuai anggaran.

Pemesanan paket Pesawat + Hotel tumbuh dua digit. Memborong tiket dan penginapan sekaligus memudahkan wisatawan melihat total anggaran sejak awal, sekaligus mengurangi risiko salah hitung biaya.

Setengah Pesanan Hotel Jatuh ke Bintang 4 dan 5

Sepanjang 2026, sekitar separuh dari total pesanan hotel internasional mengarah ke properti bintang empat dan lima. Pilihan akomodasi ini sejalan dengan minat pada pengalaman liburan yang lebih nyaman, terutama untuk perjalanan jarak jauh.

Data tersebut memberi gambaran bahwa kenyamanan bukan lagi kemewahan tambahan, melainkan bagian dari pertimbangan utama saat menyusun itinerary.

Lima Rute Paket Pesawat + Hotel Terpopuler

Rute yang paling banyak dipesan lewat paket gabungan didominasi tujuan jarak dekat dari Jakarta:

  • Jakarta–Singapura
  • Jakarta–Bali
  • Jakarta–Kuala Lumpur
  • Jakarta–Bangkok
  • Jakarta–Penang

Rute Jakarta–Penang mencatat kenaikan tahunan paling tajam, mencapai 234%. Lonjakan ini menjadikan Penang salah satu tujuan yang paling cepat tumbuh di antara lima besar tersebut.

Tips Merencanakan Liburan ala Traveler 2026

Fleksibilitas tanggal dan destinasi menjadi kunci untuk mendapatkan harga yang sepadan. Wisatawan yang bisa menggeser jadwal beberapa hari biasanya punya ruang lebih besar untuk memilih penerbangan dan hotel sesuai preferensi.

Manfaatkan fitur notifikasi harga untuk memantau rute incaran, lalu bandingkan total biaya paket Pesawat + Hotel dengan pemesanan terpisah. Cara ini membantu melihat anggaran secara utuh sebelum checkout.

Untuk perjalanan jauh, pertimbangkan kenyamanan kabin sebagai bagian dari nilai perjalanan. Selisih biaya kelas bisnis sering kali sepadan dengan kondisi tubuh yang tetap bugar setibanya di tujuan.

Perubahan pola ini memberi sinyal bahwa liburan yang worth it tidak lagi diukur dari seberapa murah tiket saat checkout. Kenyamanan, kemudahan, dan perencanaan yang matang kini masuk hitungan wisatawan Indonesia saat menyusun rencana perjalanan keluarga maupun solo.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top