NATUNA — Pawai budaya tersebut melibatkan 15 kelas yang menampilkan beragam pakaian adat, busana pengantin, hingga pakaian profesi seperti PNS, TNI, dan Polri. Rute pawai dimulai dari halaman sekolah dan menyusuri kawasan Ranai Darat, disaksikan antusias oleh masyarakat setempat.
Suasana semakin meriah dengan penampilan drum band MTsN 2 Natuna yang melibatkan 54 personel. Personel kepolisian turut melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas sepanjang rute pawai.
Dilepas Kepala Dinas Pendidikan Natuna
Kegiatan dilepas langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Ilham Kauli, didampingi Lurah Ranai Darat dan Kepala SDN 007 Ranai Darat. Menurut Ilham, Pawai Budaya sejalan dengan rencana pengembangan kurikulum muatan lokal berbasis Geopark yang akan diterapkan secara bertahap.
Kurikulum tersebut akan diberlakukan mulai jenjang TK, SD, SMP hingga SLTA. Pendidikan Geopark tidak hanya mengenalkan aspek geologi, tetapi juga keanekaragaman hayati dan budaya masyarakat.
"Manusia bukan menjadi perusak alam, tetapi harus mampu beradaptasi, menjaga dan melestarikan lingkungan serta budaya," kata Ilham Kauli.
Mengapa Anak Perlu Dibekali Sejak Dini
Ilham menyebut anak-anak perlu dibekali pemahaman tentang adat istiadat, bahasa, tradisi serta pentingnya menghargai perbedaan. Ia berharap pendidikan tersebut mampu membentuk generasi yang berbudaya, beretika, menjunjung sopan santun serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar dari buku dan ruang kelas, tetapi juga mengenal langsung keberagaman budaya yang menjadi kekayaan bangsa.
Dukungan untuk Geopark Natuna
Pawai Budaya menjadi bagian dari kegiatan literasi budaya sekolah sekaligus dukungan terhadap Geopark Natuna menuju UNESCO Global Geopark. Pendanaan kegiatan bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).