Strategi Pemkot Batam Atasi Lahan Sempit Lewat 96 Kolam Ikan Bioflok

Penulis: Fadhli Usman  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:27:23 WIB
Kolam ikan bioflok di Batam menjadi solusi efisien budidaya ikan di lahan sempit perkotaan.

BATAM — Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam memperluas penerapan teknologi bioflok sebagai solusi utama bagi warga yang ingin membudidayakan ikan di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Pada tahun anggaran 2026, pemerintah daerah telah memetakan penyaluran bantuan kolam ini kepada puluhan kelompok penerima manfaat yang tersebar di berbagai titik pemukiman.

Kepala Diskan Kota Batam Yudi Admajianto menjelaskan bahwa sistem bioflok sangat adaptif untuk lingkungan padat penduduk. Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan area yang jauh lebih ringkas dibandingkan metode kolam konvensional yang selama ini dikenal masyarakat.

“Ini menjadi solusi keterbatasan lahan yang ada di Batam. Kalau kolam biasa bisa membutuhkan ukuran 5 kali 10 meter, bioflok cukup 4 kali 5 meter. Ada juga kelompok yang melakukan budidaya di perumahan dan di halaman rumah,” ujar Yudi saat dihubungi di Batam, Sabtu.

Efisiensi Lahan: Mampu Tampung 1.000 Benih di Area Sempit

Pemanfaatan sistem bioflok diklaim lebih efisien karena mampu meningkatkan kepadatan tebar ikan. Satu unit kolam bioflok disebut dapat menampung hingga 1.000 benih ikan, sebuah angka yang sulit dicapai pada kolam biasa dengan ukuran yang sama.

Kelebihan ini membuat program tersebut sangat diminati oleh masyarakat perkotaan, termasuk mereka yang tinggal di kawasan perumahan. Berdasarkan data Diskan, tren bantuan kolam ini terus mengalami fluktuasi namun tetap menjadi prioritas. Pada 2024 terdapat 79 kolam bantuan, sementara pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 137 kolam.

“Seluruh kelompok penerima akan kita beri pelatihan mulai dari pembibitan, pembuatan flok, sampai proses panen. Kami biasa mendatangkan ahli budidaya dari Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam atau akademisi,” kata Yudi menjelaskan mekanisme pendampingan kepada warga.

Target Rampung Juli dan Dukungan Pemasaran Ikan

Pemerintah memastikan bantuan yang diberikan tidak hanya berupa infrastruktur fisik. Kelompok penerima yang telah lolos verifikasi akan mendapatkan paket lengkap yang meliputi benih ikan, pakan berkualitas, hingga peralatan pendukung operasional budidaya lainnya.

Saat ini, proses pembangunan 96 kolam untuk tahun depan sedang berjalan dengan estimasi waktu pengerjaan selama tiga bulan. Jika berjalan sesuai jadwal, konstruksi fisik akan selesai pada bulan Juli, yang kemudian dilanjutkan dengan tahap tes kualitas air sebelum penebaran benih perdana dilakukan.

“Semua satu paket, mulai dari benih, peralatan, sampai pakan. Kita juga bantu pemasaran dengan menghubungkan ke pasar dan pengepul ikan,” tuturnya.

Yudi berharap intervensi pemerintah ini dapat menjadi stimulus jangka panjang. Target akhirnya adalah masyarakat mampu mengelola usaha budidaya secara mandiri dan berkelanjutan, termasuk dalam pengadaan pakan dan benih secara swadaya pada siklus produksi berikutnya.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top