BATAM — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat perbaikan infrastruktur sekolah. Langkah ini menyusul kunjungan Menteri Abdul Mu’ti ke SMA Negeri 1 Batam, Selasa (12/5), untuk menyerahkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026.
Wagub Nyangnyang Haris Pratamura menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Ia mengapresiasi kerja sama dengan jajaran Kemendikdasmen di daerah yang terus mendampingi dinas pendidikan setempat.
55 Persen Usulan Revitalisasi Sudah Lolos Verifikasi
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepri Warsita mengungkapkan, antusiasme daerah terhadap program revitalisasi tetap tinggi memasuki tahun 2026. Ratusan usulan masuk, dan 55 persen di antaranya telah diverifikasi layak menerima bantuan.
Bantuan itu mencakup jenjang PAUD hingga SMP. Sementara untuk jenjang SMA dan SMK, kata Warsita, proses finalisasi masih berlangsung. “Revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan. Ini adalah cara negara menghadirkan ruang belajar yang bermakna,” ujarnya.
Dari Rehabilitasi Jadi Pembangunan Ruang Kelas Baru di Batam
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan menyambut baik keputusan Menteri Abdul Mu’ti yang mengubah pola bantuan di SD Negeri 001 Sunga Beduk. Awalnya hanya rehabilitasi, kini menjadi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) setelah menteri melihat langsung kondisi sekolah yang masih menerapkan sistem tiga giliran belajar.
“Pak Menteri melihat langsung kondisi di lapangan. Ini sangat memotivasi murid dan guru kami,” kata Hendri.
SPMB 2026 di Kepri Sudah 100 Persen Siap
Warsita menambahkan, kesiapan daerah melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sudah mencapai 100 persen. Seluruh delapan pemerintah kota dan kabupaten di Kepri telah merampungkan petunjuk teknis pelaksanaan.
Di Batam, Hendri menyatakan sosialisasi kepada para proktor sekolah untuk jenjang SD dan SMP sudah berjalan intensif. Proses penerimaan murid baru dirancang inklusif dan berkeadilan.
Digitalisasi Sekolah: Bantuan Perangkat Sudah Menjangkau Ribuan Sekolah
Selain infrastruktur fisik, digitalisasi pembelajaran menjadi pilar penting lainnya. Hingga 2025, ribuan sekolah di Kepri telah menerima bantuan perangkat digital. Warsita menjelaskan, pada 2026 fokus kebijakan bergeser pada penguatan pemanfaatan alat tersebut.
“Yang belum mendapat tetap menjadi prioritas pemerataan, sementara yang sudah mendapat diperkuat pelatihannya,” tambahnya.
Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa seluruh kebijakan, dari revitalisasi hingga digitalisasi, bermuara pada satu nilai utama. “Kata kunci dalam pendidikan itu adalah memuliakan. Kita harus memuliakan ilmu, memuliakan guru, dan yang paling utama adalah memuliakan murid-murid kita,” pungkasnya.