TANJUNGPINANG — Suci, warga Batu 16, sudah berada di lokasi sejak pukul 07.00 WIB. Ia membawa uang Rp 150 ribu, cukup untuk membeli beras SPHP, minyak goreng Minyakita, dan beberapa kebutuhan dapur lainnya.
“Kalau minyak di sini cuma Rp 15 ribuan. Beras SPHP juga Rp 58 ribuan, di luar sudah lebih dari Rp 60 ribu,” katanya kepada wartawan di lokasi.
Operasi pasar ini menyasar komoditas yang harganya paling fluktuatif di pasaran. Beras SPHP dan Minyakita menjadi primadona. Telur, cabai merah, dan bawang juga laris dibeli warga yang memadati halaman gedung sejak pagi.
Rohana, warga lainnya, membawa uang lebih besar. Ia membeli dua karung beras ukuran lima kilogram dan dua liter minyak goreng untuk stok keluarga. “Alhamdulillah sangat terbantu. Kalau beli di luar lebih mahal,” ujarnya.
Ia menghitung, selisih harga beras SPHP di operasi pasar dengan harga eceran di warung bisa mencapai Rp 2.000 per kilogram. Untuk minyak goreng, selisihnya sekitar Rp 5.000 per liter. Angka yang kecil, tapi terasa untuk belanja bulanan.
Rohana berharap operasi pasar murah bisa lebih sering digelar, terutama menjelang hari besar keagamaan. “Biasanya harga naik, jadi bantuan seperti ini sangat dibutuhkan,” katanya.
Pemkot Tanjungpinang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan memang rutin menggelar operasi pasar sebagai bagian dari stabilisasi harga pangan. Lokasi dipilih di titik-titik yang mudah dijangkau warga, seperti halaman kantor pemerintahan atau kecamatan.
Suci mengaku tak keberatan datang lebih awal dan mengantre. “Lumayan membantu. Apalagi sekarang harga kebutuhan naik turun,” ujarnya.