Razia Gabungan di Lapas Perempuan Batam, Petugas Sita Barang Terlarang dari Kamar Hunian Warga Binaan

Penulis: Ridwan Azhari  •  Senin, 25 Mei 2026 | 23:40:02 WIB
Petugas melakukan razia gabungan di Lapas Perempuan Batam untuk menyita barang terlarang.

BATAM — Razia gabungan yang berlangsung sejak pagi itu tidak hanya menyasar kamar hunian, tetapi juga area-area yang dianggap rawan menjadi tempat persembunyian barang terlarang. Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Batam, Nur Mustafidah, menyebut kegiatan ini sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

“Pemeriksaan dilakukan secara teliti dan humanis, guna memastikan situasi tetap aman serta kondusif selama kegiatan berlangsung,” ujar Nur Mustafidah dalam keterangannya, Senin.

Barang Apa Saja yang Disasar dalam Razia?

Petugas memfokuskan pencarian pada sejumlah barang yang dilarang berdasarkan standar operasional pemasyarakatan. Beberapa di antaranya adalah handphone, charger, kabel listrik ilegal, benda tajam, serta obat-obatan terlarang. Semua barang tersebut dinilai dapat mengancam stabilitas keamanan di dalam lapas.

Seluruh kamar hunian diperiksa satu per satu oleh tim yang sudah dibagi ke dalam beberapa kelompok. Proses penggeledahan berlangsung tertib dan lancar, tanpa perlawanan dari warga binaan.

Mengapa Razia Ini Penting Dilakukan?

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kanwil Ditjenpas Kepri untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari barang terlarang. Menurut Nur Mustafidah, razia gabungan semacam ini rutin digelar sebagai bentuk pengawasan ketat, sekaligus mencegah masuknya barang-barang yang bisa memicu kericuhan atau tindak kriminal di dalam lapas.

“Kegiatan razia juga menjadi langkah preventif yang rutin dilakukan, mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan sesuai standar operasional yang berlaku,” tambahnya.

Sinergi Pengamanan Antara Lapas dan Kanwil Ditjenpas

Razia ini melibatkan jajaran Kanwil Ditjenpas Kepri, petugas Lapas Perempuan Kelas IIB Batam, serta unsur pengamanan yang turun langsung ke lapangan. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan di lingkungan pemasyarakatan, khususnya di Lapas Perempuan Batam yang selama ini menjadi salah satu titik rawan peredaran barang ilegal.

Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Kepri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan stabilitas keamanan dan mewujudkan pemasyarakatan yang berintegritas. Tidak ada laporan mengenai temuan barang berbahaya dalam jumlah besar, namun pengawasan akan terus diperketat ke depannya.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: kepri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top