KEPULAUAN RIAU — Keputusan Matt Grimes meninggalkan Swansea City pada bursa transfer Januari 2025 sempat dianggap sebagai langkah berisiko. Namun 18 bulan berselang, gelandang berusia 31 tahun itu justru tengah bersiap menatap kompetisi kasta tertinggi Inggris bersama Coventry City.
The Sky Blues sukses merebut gelar juara Championship musim lalu, sekaligus mengamankan tiket promosi otomatis ke Premier League. Bagi Grimes, pencapaian ini menjadi penebus atas rentetan kegagalan di masa lalu.
Grimes mengakui proses meninggalkan Swansea bukan perkara mudah. Ia menghabiskan lebih dari satu dekade di Welsh side dan merasa nyaman di sana. Namun rasa takut kehilangan momen emas justru menjadi pertimbangan terbesarnya.
"Saya memberikan banyak tahun untuk Swansea dan saya sangat berterima kasih atas apa yang mereka berikan sebagai balasannya. Tapi saya merasa ini waktu yang tepat untuk mencoba peruntungan di tempat lain," ujarnya kepada FourFourTwo.
Gelandang yang pernah menjalani tiga kampanye play-off Championship itu mengaku sempat berpikir dua kali. "Saya berpikir, jika saya tidak pergi dan Coventry promosi, saya akan kecewa. Tapi di sisi lain, jika saya ke Coventry dan Swansea yang promosi, saya juga akan hancur," tambahnya.
Momen yang mengubah segalanya adalah ketika agen Grimes menyarankannya untuk berbicara langsung dengan Frank Lampard. Pelatih Coventry City itu ternyata memberi kesan mendalam bagi sang pemain.
"Agen saya berkata, 'Cobalah bicara dengan Frank Lampard'. Saya sebenarnya sudah sangat betah di Swansea, tapi kami memutuskan untuk sekadar mengobrol dan melihat bagaimana kelanjutannya," cerita Grimes.
Bagi seorang gelandang, bermain di bawah arahan Lampard adalah peluang yang sulit ditolak. "Sebagai gelandang, saya rasa tidak ada orang yang lebih ingin Anda mainkan selain salah satu gelandang Inggris terhebat sepanjang masa. Itu hal yang besar. Ini pujian luar biasa bahwa dia menginginkan saya," tuturnya.
Grimes mengaku sudah menghabiskan tujuh hingga delapan musim di Championship sepanjang kariernya. Kegagalan demi kegagalan di babak play-off akhirnya terbayar tuntas dengan gelar juara liga musim lalu.
"Saya tidak yakin berapa tepatnya musim saya bermain di Championship, mungkin tujuh atau delapan. Saya sudah menjalani tiga kampanye play-off dan akhirnya memenangkan liga. Momen-momen menyakitkan di masa lalu justru membuat pencapaian ini terasa lebih manis," pungkasnya.
Coventry City membayar sekitar £4 juta untuk mengamankan jasa Grimes dari Swansea City. Investasi tersebut kini terbukti menjadi salah satu keputusan paling tepat dalam sejarah modern klub.